Amerika Serikat dan Sekutu Bertekad Pantau Nuklir Korea Utara

19 April 2024 13:10

GenPI.co - Amerika Serikat dan sekutunya sedang mendiskusikan opsi baik di dalam maupun di luar sistem PBB untuk menciptakan mekanisme baru untuk memantau Korea Utara atas program senjata nuklirnya, kata duta besar Amerika untuk PBB pada Rabu.

Dilansir AP News, Rusia bulan lalu memveto resolusi PBB dalam sebuah langkah yang secara efektif menghapuskan pemantauan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara oleh para ahli PBB.

Hal itu memicu tuduhan Barat bahwa Moskow bertindak untuk melindungi pembelian senjatanya dari Korea Utara untuk memicu perangnya di Ukraina.

BACA JUGA:  Tayang di Amerika Serikat, Pemain Film Badarawuhi di Desa Penari Gemetar

AS menantikan untuk terlibat dengan Republik Korea dan Jepang, dan juga dengan negara-negara yang berpikiran sama, dalam mencoba mengembangkan opsi-opsi baik di dalam PBB maupun di luar PBB.

"Intinya di sini adalah bahwa kita tidak bisa membiarkan upaya tersebut dilakukan bahwa panel ahli telah melakukan kesalahan,” kata Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield pada konferensi pers di Seoul, menggunakan nama resmi untuk Korea Selatan.

BACA JUGA:  Amerika Serikat Punya Pesan Penting untuk Iran Setelah Terjadinya Serangan Udara

Thomas-Greenfield tidak memberikan rincian spesifik mengenai diskusi AS dengan sekutu dan mitra lainnya, termasuk apakah rezim pemantauan alternatif akan lebih mungkin dibentuk melalui Majelis Umum PBB atau dengan entitas independen di luar PBB.

Thomas-Greenfield bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Tae-yul pada hari Senin.

BACA JUGA:  Militer Amerika Serikat Hancurkan Drone Houthi di Yaman dan Laut Merah

Mereka membahas “langkah selanjutnya yang tidak ditentukan secara spesifik untuk memastikan kelanjutan pelaporan yang independen dan akurat” mengenai kegiatan pengembangan senjata ilegal Korea Utara, menurut kantornya.

Thomas-Greenfield mengatakan jelas bahwa Rusia dan China, yang abstain dalam pemungutan suara mengenai resolusi PBB yang diveto oleh Moskow, akan terus berusaha menghalangi upaya internasional untuk terus memantau sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Dia mengkritik Rusia karena melanggar sanksi tersebut dengan dugaan pembelian senjata dari Korea Utara, dan China karena melindungi Korea Utara agar tidak dimintai pertanggungjawaban. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Irwina Istiqomah

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co