Ada Udang di Balik Batu, Pengamat Bongkar Ketidakadilan pada HRS

08 Juni 2021 19:20

GenPI.co - Akademisi ilmu pemerintahan Rochendi memberikan pandangannya terkait mantan Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) yang dituntut enam tahun penjara dalam kasus tes swab di RS Ummi Bogor, Jawa Barat.

Menurut Rochendi, tuntutan kepada HRS sangat tidak adil. Pasalnya, hingga hari ini, tidak ada kasus hukum yang bisa dijadikan pembanding dengan yang menimpa HRS.

“Tidak ada kasus kerumunan yang dilakukan pihak lain yang diusut secara hukum, seperti yang dilakukan terhadap Habib Rizieq,” ujarnya kepada GenPI.co, Selasa (8/6/2021).

BACA JUGA:  Pengamat Bongkar Pemerintah Ketakutan Jika Habib Rizieq Bebas

Rochendi mengatakan bahwa kasus yang menimpa HRS sudah direncanakan oleh penguasa yang ingin melakukan kriminalisasi kepada mantan pentolan FPI itu.

“Ini semua sudah by design dari pemerintah, terutama kepada para ulama,” katanya.

BACA JUGA:  Aziz Yanuar Mendadak Bongkar Pesan Habib Rizieq, Isinya Bikin...

Lebih lanjut, pengajar di Universitas Sutomo Serang itu memaparkan ada beberapa pihak yang bisa ditangkap hanya karena berkomentar di media sosial untuk mengkritik pemerintah.

“Namun, pihak yang pendukung pemerintah tak ditangkap ketika mengkritik pihak oposisi,” paparnya.

BACA JUGA:  Tuntutan 6 Tahun Penjara Habib Rizieq Diprotes, Ternyata Jaksa

Rochendi menuturkan bahwa masyarakat sudah bisa menilai kondisi yang kini terjadi di Indonesia saat ini.

“Masyarakat di mana-mana sudah bisa menilai apa yang terjadi saat ini. Implikasinya bahkan sudah sampai pada penolakan masyarakat untuk melakukan vaksinasi akibat ketidakadilan yang ditujukan kepada para ulama yang aktif mengkritik pemerintah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rochendi bahkan mengatakan bahwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pernah menyebutkan bahwa tak ada pandemi yang bisa dihentikan dengan vaksin.

“Dia mengatakan bahwa vaksinasi tak bisa menyelesaikan pandemi. Jadi, pandemi ini sudah bukan murni pandemi lagi, tapi sudah didesain oleh politik,” katanya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co