GenPI.co - Pihak kepolisian menjelaskan duduk perkara aduan pedagang kepada Presiden Jokowi di Pasar Baru, Bogor, terkait penolakan pungutan liar berujung penetapan warga menjadi tersangka.
Kepala Polresta Bogor Kota Susatyo Purnomo Condro menjeleaskan, aduan yang disampaikan kerabat Ujang Sarjana kepada Jokowi sebetulnya merupakan kasus pengeroyokan.
Kasus pengeroyokan yang melibatkan Ujang kepada dua korban itu kata Condro berawal pada Jumat (26/11/2021) pukul 2.30 WIB.
"Ada dua korban bernama Andriansyah dan Agus Santoso yang sedang berjualan ditegur Sarjana dan melakukan pengeroyokan secara bersama-sama," kata Condro di Kantor Polresta Bogor Kota, Jawa Barat, Jumat (22/4).
Sarjana kemudian dilaporkan kedua korban dan kasusnya telah diproses dalam persidangan.
Condro meyakinkan polisi menyidik sesuai prosedur yang berlaku dan transparan serta akan menerbitkan daftar pencarian orang terkait kasus itu.
Kedua belah pihak pun telah diberi kesempatan untuk mendatangkan saksi-saksi, sehingga keberatan-keberatan Sarjana juga telah dipertimbangkan melalui sidang praperadilan.
"Artinya sudah diuji penetapan tersangkanya pada 9 Maret 2022, yaitu menolak semua dalil-dalil yang disampaikan pemohon dalam hal ini adalah Sarjana dan mengabulkan apa yang dilakukan Polsek Bogor Tengah," kata Condro.
Sebelumnya, beredar video di media sosial tampak dua orang pedagang berteriak ke arah Jokowi dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di Pasar Bogor.
"Pak, tolong kami, di sini banyak pungli. Om kami ditangkap polisi. Om kami melawan preman, menolak pungli ditangkap polisi," kata seorang pedagang pasar. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News