Partai Mahasiwa Indonesia Menyalahi Kodrat, Kata Refly Harun

23 April 2022 12:15

GenPI.co - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pembentukan Partai Mahasiswa Indonesia menyalahi kodrat seorang mahasiswa.

Pasalnya, status mahasiswa itu sementara.

“Status mahasiswa itu temporary, padahal partai politik tak dimaksudkan untuk sementara waktu,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (23/4).

BACA JUGA:  Pemerintahan Jokowi Berisik Cuma Soal Radikalisme, Kata Refly

Menurut Refly, partai politik itu seharusnya diurus oleh para kader sampai akhir hayat mereka.

“Partai politik itu kalau bisa diurus seterusnya, sampai mati,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Refly Harun Bongkar Dua Arus di Istana, PDIP Kontra Jokowi?

Advokat itu mengatakan bahwa seseorang masuk ke partai politik seharusnya dilandasi alasan ideologis.

Refly pun mempertanyakan kepengurusan Partai Mahasiswa Indonesia jika para kader sudah lulus dari perguruan tinggi.

BACA JUGA:  Partai Mahasiswa Indonesia Lahir, Refly Harun Mengaku Kebingungan

“Bagaimana misalnya, ketika dia tak lagi mahasiswa, lalu tetapi masih menjadi bagian dari Partai Mahasiswa Indonesia?,” katanya.

Menurut Refly, para alumni bisa saja melanjutkan kepengurusan Partai Mahasiswa Indonesia.

“Namun, jika hal itu terjadi, Partai Mahasiswa Indonesia akan kembali menjadi partai umum,” tuturnya.

Lebih lanjut, Refly menilai mahasiswa adalah manusia yang tengah berproses, sehingga belum matang.

Dalam proses itu, tentu mahasiswa terlibat dalam urusan bangsa dan negara, termasuk menjadi agen perubahan.

“Kalau mereka menjadi partai politik, status itu akan hilang. Kehadiran mahasiswa hanya akan dilihat sebagai political force atau political movement yang tak ada bedanya dengan kekuatan politik lain,” paparnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Pulina Nityakanti Pramesi

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co