Kalau Ada Pejabat Korupsi, Silakan Gigit yang Keras 

15 Juni 2020 20:15

GenPI.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegas meminta penegak hukum untuk menggigit pejabat yang niat korupsi dana untuk penanganan covid-19 sebesar Rp 677,2 triliun. 

"Kalau ada yang masih membandel, niat untuk korupsi, silakan bapak ibu 'gigit' dengan keras, uang negara harus diselamatkan kepercayaan rakyat harus terus dijaga," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin (15/6).

BACA JUGA: Lupakan Prabowo, PKS Sesumbar Usung Capres Sendiri

"Saya ingin tegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam soal akuntabilitas, pencegahan harus diutamakan tata kekola yang baik harus didahulukan," lanjutnya.

Menurut Jokowi, tugas para penegak hukum yaitu kepolisian, Kejaksaan Agung, KPK dan penyidik pegawai negeri sipil menegakkan hukum.

"Tapi saya juga ingatkan jangan menggigit orang yang tidak salah, jangan menggigit yang tidak ada 'mens rea' juga jangan menebarkan ketakutan-ketakutan kepada para pelaksana dalam menjalankan tugasnya," tambah Presiden.

Menurut Presiden, BPKP, inspektorat dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) adalah aparat internal pemerintah yang harus fokus pada pencegahan dan perbaikan tata kelola.

"Selain itu kerja sama sinergi dengan lembaga-lembaga pemeriksa eksternal, BPK, harus terus dilakukan demikian juga sinergi antara aparat penegak hukum kepolisian, kejaksaan dan KPK harus kita lanjutkan," ungkap Presiden.

Dengan semangat sinergi sekaligus "check and balance" Presiden Jokowi meminta agar dibuat sistem peringatan dini bila ada potensi korupsi.

BACA JUGA: Paten Mencari Peluang Bisnis, 3 Zodiak Ini Panen Rezeki

"Bangun sistem peringatan dini, 'early warning system', perkuat tata kelola yang baik, yang transparan, yang akuntabel. Semua langkah pemerintah yang cepat dan tepat harus akuntabel," tegas Jokowi. (ant) 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Cahaya

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co