Pernyataan Lantang Eks KPK Soal Kasus Habib Rizieq, Isinya Telak!

15 April 2021 18:18

GenPI.co - Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI Abdullah Hehamahua turut menyoroti aksi penembakan yang dilakukan polisi terhadap anggotanya di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020.

Abdullah menduga, penembakan terhadap enam anggota FPI itu terdapat motif politik tertentu.

BACA JUGA: Habib Rizieq Meradang, Emosinya Membuncah, Semua Terkaget

Sebab, dia mengaitkan kasus tersebut dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi.

Menurutnya, pemerintah Indonesia sebelumnya sudah melarang HRS keluar dari Arab Saudi pada 2019.

"Kenapa tiba-tiba pada tahun 2020, pemerintah begitu welcome terhadap Habib Rizieq? Ini, kan, menjadi pertanyaan," ucap Abdullah dalam pernyataannya dikutip GenPI.co dari tayangan YouTube Ustadz Demokrasi, Kamis (15/4/2021).

Abdullah lantas memberikan bukti yang mana kasus tersebut terlihat politis.

Mantan penasihat KPK itu beranggapan bahwa kejanggalan dapat dilihat dari rangkaian kegiatan FPI dan Rizieq usai pulang dari Arab.

"Nikahan itu aparat pemerintah dan intel tahu, kenapa tidak diantisipasi? Ini, kan, semacam dijebak," ungkapnya.

BACA JUGA: Dukungan Habib Rizieq Bisa Jadi Senjata Maut di Pilpres 2024

Selain itu, Abdullah meyakini bahwa benang merah kasus penembakan tersebut dapat ditarik hingga ke soal kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilgub DKI 2017.

"Itu soal politik. Karena, pada 2017 dalam teori politik apa pun, Ahok harus menang menjadi Gubernur DKI Jakarta," tutur dia.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co