Indahnya Danau Kelimutu Bikin Berdecak Kagum

Menjelajahi Flores nggak akan lengkap jika nggak mengunjungi Ende. Yepp! Ende adalah salah satu kabupaten di Nusa Bunga itu. Di tempat inilah alam menampilkan keajaibannya yang paling nggak masuk akal. Kamu tahu kan, apa itu? Betul! Danau tiga warna.

Danau Tiga Warna lebih lazim disebut Danau Kelimutu. Lokasi tepatnya adalah di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT. Mencapai tempat ini cukup mudah, guys. Meski jaraknya kurang lebih 45 km dari pusat kota Ende, namun jalan yang mulus akan membuatmu betah di berada di dalam kendaraan.  Lagi, eksotisme pemandangan yang tersaji selama perjalanan sayang untuk dilewatkan.

Hal pertama yang harus kamu lakukan ketika tiba di lokasi adalah meniti anak tangga yang cukup panjang. Anak tangga itu diberi pegangan besi di sisi kanan dan kirinya. Pegal dan lelah, itu sudah pasti! Itu karena danau ini sejatinya adalah kawah gunung. Jadi kamu harus naik di ketinggian untuk bisa menikmati keindahannya. Tapi tenang saja, keajaiban di atas sana akan membuat kamu lupa akan kepenatanmu itu.

Bagi yang takut ketinggian, melewati anak tangga ini cukup membuat dada berdesir-desir. Itu karena jalurnya berada di samping bibir tebing yang curam. Namun itu juga yang membuat perjalanan kamu semakin mengasyikan.  Pemandangannya spektakuler banget.  Bukit-bukit gersang tanpa pohon membuat kamu merasa tidak sedang berada di Indonesia.

Anak tangga yang kamu lalui itu membawamu langsung menuju sebuah pelataran yang cukup luas. Di situlah tempat yang jamak digunakan untuk melihat keajaiban Danau Kelimutu. Ada tiga danaudanau di bawah sana yang dulunya adalah kawah. Masing-masing kawah terisi air yang uniknya memiliki warna yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Oh ya, kamu  tahu nggak guys, warna-warna di masing-masing kolam itu bukanlah warna permanen loh. Suatu saat, kapan saja, danau itu bisa tiba-tiba berubah warna. Sejauh yang pernah dicatat, danau ini sudah berganti warna sebanyak 44 kali. Keajaiban perubahan warna ini juga membuat banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Hasilnya beragam. Ada yang mengatakan warna-warna itu hadir akibat aktivitas gunung api, pembiasan cahaya matahari, mikrobiota air, zat kimia terlarut, ganggang, dan pantulan warna dinding dan dasar danau. Well, sampai saat ini hanya Tuhan yang tahu.

Danau Kelimutu memiliki mitos sendiri. Masyarakat tradisional Enda percaya, tempat itu menjadi perhentian dari jiwa-jiwa yang telah lepas dari raganya. Di danau mana jiwa itu berlabuh, tergantung dari siapa di masa hidupnya dan apa perbuatannya di dunia.


Berdasarkan mitos terjadinya, masing-masing danau itu memiliki nama loh, guys. Danau pertama dinamakan Tiwu Ata Polo atau danau para pendosa. Sesuai namanya, di tempat ini berkumpul jiwa-jiwa sesat yang semasa hidupnya melakukan perbuatan jahat. Mereka adalah pencuri, pembunuh, tukang tenung dan sebagainya. Danau kedua bernama Tiwu Nuwa Muri Ko’ofai, yang dalam bahasa Indonesia berarti danau muda-mudi. Di sini adalah tempat peristirahatan jiwa-jiwa dari mereka yang mati di usia muda. Danau yang terakhir bernama Tiwu Ata Mbupu. Ini adlah tempat berkumpulnya arwah orang tua dan orang-orang yang semas hidupkan adalah tetua.


RELATED NEWS