Merapi Batuk, Kaliurang Tetap Aman Dikunjungi

Gunung Merapi selalu daya tarik utama wisata di Kabupaten Sleman, Jogja. Kemegahannya menghiasi langit utara, dapat dilihat dengan jelas saat langit bersih tanpa awan. Sementara di bawah kakinya, banyak terdapat obyek wisata yang jadi kebanggaan masyarakat Jogja. Kaliurang adalah salah satunya.

Namun pada Jumat (11/5) pukul 07.43 kemarin, gunung ini ‘terbatuk’. Bahasa ilmiahnya, Gunung Merapi saat itu mengalami erupsi yang bersifat freatik.

“Terjadi erupsi merapi yang ketinggian kolomnya sekitar  5500m di punjak disertai kegempaan sekitar 5 menit. Erupsi ini bersifat freatik, yang tersembur adalah abu. Terbawa oleh angin yang menurut laporan arah mata angin ke Selatan dan ke Barat sehingga abu vulkanik sampai di kota, jalan Godean dan Sedayu tergantung pada arah angin,” begitu papar Drs. Biwara Yuswantana, M.Si selaku Kepala Pelaksana BPBD DIY.

Erupsi sesaat itu membuat beberapa kawasan diguyur hujan abu ringan. Demi keselamatan penerbangan, Bandara Adisucipto ditutup sekitar 1 jam. Meski begitu, tidak terjadi peningkatan status Gunung Merapi. Sebagaimana dilansir dari laman PPTKG, mengacu pada rekaman seismik Merapi yang relatif landai dapat disampaikan bahwa status Gunung api Merapi adalah ‘Normal’.

Erupsi freatik Merapi rupanya tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan wisata Kaliurang.  Semuanya tetap berjalan seperti sediakala. Padahal, lokasi itu jaraknya hanya 12 km dari puncak Merapi.

Status ‘Normal’ Gunung Merapi langsung direspon baik olehkepala Dinas Pariwisata kabupaten Sleman. Sudarningsih. Sekitar pukul 13.00, Sudarningsih menggelar pertemuan bersama 30 pelaku wisata di Omah Jawi, Kaliurang. Pertemuan itu  dimaksudkan untuk memberikan rasa aman bagi warga masyarakat khususnya para pelaku wisata di kawasan Kaliurang.

“Status normal Gunung Merapi ini berarti bahwa pada dasarnya kawasan Kaliurang masih aman untuk dikunjungi, sehingga tidak ada alasan kuat bagi Dinas Pariwisata untuk menutup kawasan ini,” tutur Sudarningsih.

Namun demikian Sudarningsih memastikan pihaknya tetap waspada terkait dengan kejadian hujan abu. Demi keselamatan dan kenyamanan bersama, disarankan bagi bis ukuran besar untuk sementara waktu tidak masuk di kawasan Kaliurang. Hal tersebut juga berlaku untuk operasional jeep volcano tour. Penyedia jasa wisata itu dianjurkan untuk tidak mengambil rute sampai bunker Kaliadem. sampai ada informasi lanjutan terkait situasi kegunungapian Merapi.

Kabid Destinasi Dinas kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengamini penjelasan Sudarnigsih. Ia mengatakan, Dinas Pariwisata Kabupaten Slema, akan terus bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait. Pihaknya juga menggandeng  komunitas jeep Merapi untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman umumnya, dan kawasan Kaliurang khususnya.

“Jadi, monggo bagi para masyarakat yang sudah merencanakan untuk berakhir pekan di Kaliurang untuk tetap berkunjung menikmati keindahan Gunungapi Merapi dari wikayah Kaliurang.  Sekaligus menikmati aneka kuliner yang  menggoda selera wisatawan,” Shavitri Nurmala Dewi mengimbuh.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter