8 Obyek Wisata Penyangga akan Dikelola BUMDes

8 obyek wisata di NTT bisa mencontoh Lapale Hils, destinasi wisata di Sumba Baratyang sudah dikelola oleh BUMDes. (Foto: Youtube)
8 obyek wisata di NTT bisa mencontoh Lapale Hils, destinasi wisata di Sumba Baratyang sudah dikelola oleh BUMDes. (Foto: Youtube)

GenPI.co - Sebanyak delapan objek wisata penyanggah yang menyebar di provinsi ini akan dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam 2019 ini.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sinun Petrus Manuk di Kupang, Selasa (7/5).  Sejumlah objek wisata penyangga itu di antaranya, Pantai Liman dan Gunung Timau di Kabupaten Kupang dan  desa wisata Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Lalu ada Lamalera di Kabupaten Lembata, Perairan Mulut Seribu di Rote Ndao, wisata alam sekitar Kelimutu Kabupaten Ende, serta di Kabupaten Alor.

"Objek-objek wisata ini mulai dikembangkan tahun 2019 ini, kami mulai dengan delapan BUMDes yang akan dijadikan sebagai BUMDes tourism state," katanya Petrus Manuk.

Ia mengemukakan, pengelolaan objek wisata lewat BUMDes akan dilakukan secara bertahap untuk 21 kabupaten se-NTT. Ini sesuai target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) pemerintah provinsi setempat.

BUMDes-BUMDes tersebut, lanjutnya akan diperkuat dari aspek sumber daya manusia (SDM) maupun maupun secara kelembagaan.

Pihaknya berharap agar BUMDes yang mulai diperkuat ini bisa bertumbuh menjadi mandiri sebagai kekuatan ekonomi baru di desa-desa dengan mengelola potensi pariwisata yang dimiliki.


Ia mencontohkan seperti objek wisata Lapale Hills di Kabupaten Sumba Barat, Pulau Sumba. Destinasi wisata ini  sudah dikelola BUMDes dengan penghasilan rata-rata Rp40 juta per bulan.


RELATED NEWS