Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Tegaskan Perang Terhadap Maksiat

ubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan Presiden Joko Widodo (dok Pemprov Gorontalo)
ubernur Gorontalo, Rusli Habibie dan Presiden Joko Widodo (dok Pemprov Gorontalo)

GenPI.co – Kemajuan pariwisata harus didukung dengan kenyamanan dan ketertiban masyarakatnya agar para pelancong betah tinggal di daerah. Untuk mewujudkan itu, penyakit masyarakat seperti mabuk, kriminalitas dan prostitusi harus ditertibkan sejak dari hulunya. 

Salah satu sumber masalah adalah peredaran minuman keras dan praktek prostitusi yang dilakukan secara terselubung untuk menghindari hukum.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah menciptakan tertib masyarakat, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyatakan perang terjadap penyakit masyarakat. Salah satunya dengan menertibkan tempat hiburan malam, hotel, kos-kosan yang diduga menjadi sarang praktik minuman keras dan prostitusi terselubung.

“Tolong bantu kami memberantas penyakit masyarakat ini. Saya bahkan tadi sudah bicara dengan Forkopimda lebih ekstrem, kalo perlu kita bongkar tempat maksiat. Saya yang akan pimpin sendiri. Kita bongkar tempat maksiat yang diduga, mohon maaf ini, diduga dibekingi oleh oknum-oknum tertentu,” kata Rusli Habibie.

BACA JUGA: Kabupaten Gorontalo Gelar Lomba Tabuh Beduk

Penegasan tersebut disampaikan Rusli Habibie saat menggelar sahur bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivitis mahasiswa serta sejumlah wartawan bertempat di Warung Upnormal, Kota Gorontalo, Minggu dini hari (2/5/2019).

Sebagai kepala daerah, Rusli mengaku saat bertanggungjawab terkait dengan maraknya praktek miras, narkoba dan seks bebas di Gorontalo. Menurutnya, sudah cukup upaya himbauan dan kampanye yang selama ini ia gaungkan untuk memerangi penyakit masyarakat di daerah yang dikenal dengan sebutan “Serambi Madinah”.


 “Ini Provinsi Gorontalo mulai ramai. Ekonomi tumbuh pesat, fasilitas mulai tumbuh berkembang. Ini menjadi konsekuensi dari kota yang maju. Tapi saya tidak mentolelir apabila dibarengi dengan hal-hal negatif tadi. Saya sebagai gubernur bertanggungjawab dan tidak mentolelir hal-hal yang dapat merusak generasi muda,” kata Rusli Habibie.


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS