Larung Kepala Kerbau Tandai Lebaran Ketupat di Jepara

Seekor kerbau diarak sebelum dilarung dalam tradisi lebaran ketupat di Jepara. (Ist)
Seekor kerbau diarak sebelum dilarung dalam tradisi lebaran ketupat di Jepara. (Ist)

GenPI.co – Ada yang unik dalam tradisi lebaran ketupat di Jepara, Jawa Tengah.  Dalam tradisi ini warga melarung kepala kerbau ke laut.

Pada tahun ini tradisi yang sudah turun temurun ini dilaksanakan pada Rabu (12/6). Menariknya sehati sebelum acara pelarungan, kerbau yang kepalanya akan dilarung lebih dulu diarak hingga akhirnya disembelih. 

Tradisi lebaran ketupat, Kerbau diarak dengan iringan keprajuritan dan sejumlah warga yang membawa hasil bumi. Tradisi tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

“Prosesi arak-arakan dimulai dari tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu menuju rumah pemotongan hewan (RPH) Jobokuto. Pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Jepara pun turut serta dalam arak-arakan bersama warga,” ujar Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi dalam keterangannya.


Dian menjeleaskan, arak-arakan kerbau dilakukan agar masyarakat dapat melihat langsung kerbau yang akan disembelih. Sebab, larung kepala kerbau sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat nelayan. Setelah kerbau yang diarak disembelih, kepala kerbau akan dibuat sesajen kemudian dilarung ke tengah laut. Sementara daging kerbau dimasak untuk lauk makan bersama seluruh warga.

Rangkaian prosesi larung yang dimulai dengan arak-arakan kerbau merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan. Sebab selalu diberi keselamatan di darat maupun di laut. Serta, mendapatkan ikan hasil tangkapan yang melimpah.

"Ini sudah menjadi budaya warga Jepara khususnya bagi masyarakat nelayan Jepara. Setelah kerbau disembelih, seluruh bagian kerbau kecuali kepala, dimasak dan dimakan bersama-sama nanti malam sambil menyaksikan pentas wayang kulit," imbuh Dian. 

Arak-arakan kerbau meriahkan lebaran ketupat dengan iring-iringan kelompok kesenian khas pesisir, seperti musik thongthek pesisiran dan rebana. Tak pelak, prosesi arak-arakan ini pun menarik perhatian warga dan wisatawan.


Reporter: Hafid Arsyid

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER