Dilarang Main Game, Seorang Pria Mau Racuni Keluarganya

Pria yang diduga mau membunuh keluarganya gara-gara dilarang main game. (ist)
Pria yang diduga mau membunuh keluarganya gara-gara dilarang main game. (ist)

GenPI.co - Gara-gara dilarang main game, seorang pria di Thailand nekat mau meracuni keluarganya, setelah ayahnya memutus jaringan wi-fi agar dia berhenti bermain.

Dilansir dari Daily Mail Selasa (20/9), seorang pria bernama Sak Duanjan (29), yang tinggal di Sisaket, Thailand kecanduan main game pada suatu malam ia pulang ke rumah dalam kondisi mabuk dan langsung main games di ponselnya dengan suara kencang, orang tuanya yang hendak tidur pun marah karena terganggu.

Ayah tirinya, Chakri Khamruang (52), akhirnya mematikan wi-fi rumah agar anaknya Duanjan berhenti bermain game.

BACA JUGA: Ulama Keluarkan Fatwa Haram Main Game PUBG

Tahu wi-finya dimatikan, Khamruang dan Duanjan pun bertengkar, Duanjan meneriakkan kata-kata kotor dan menghancurkan rumah. Khamruang terpaksa memukul Duanjan agar ia sadar, kemudian orang tua Duanjan  kembali tidur dan berpikir masalah itu sudah selesai.

Namun tidak bagi anaknya. Pagi hari, sang ibu, Suban Duanjan, mengaku dia menemukan racun ketika pergi mengambil air untuk memasak nasi. Cairan beracun berupa pestisida ditemukan mengambang dalam sumur.

Ibu terkejut putranya sendiri berusaha membunuhnya dan suaminya.

"Saya melihat anak saya turun ke bawah dan meletakkan sesuatu di stoples sekitar jam 2 pagi. Saya bertanya apa yang dia lakukan tetapi dia tidak menjawab dan kembali ke kamarnya. Jadi, saya membiarkannya pergi dan kembali tidur," kata ibunya.

BACA JUGA: Penggemar Video Game, Kamu Bisa Pilih Jurusan Ini untuk Kuliah

"Aku masih tidak percaya dia bisa melakukan ini. Saya tahu bahwa dia mudah sekali marah. Kami mencoba yang terbaik untuk mengatasi amarahnya tetapi kali ini sudah keterlaluan."

Keluarga itu memutuskan untuk memanggil pihak berwenang setempat. Duanjan kemudian mengakui bahwa dia telah memasukkan racun ke dalam sumur air keluarga, karena dia masih marah setelah dicegah main game.

"Kami ingin pejabat pemerintah membawanya untuk dirawat di rumah sakit karena kami tidak ingin hidup dalam ketakutan ketika dia akan menyerang kami lagi," kata ibunya.

Reporter : Khadijah Almakiyah

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER