Pernyataan Menag Yaqut Dinilai Nodai Nilai Pancasila

Pernyataan Menag Yaqut Dinilai Nodai Nilai Pancasila - GenPI.co
Menag Yaqut. Foto: Doc Humas Kemenag

GenPI.co - Ahli hukum tata negara Refly Harun menyoroti pernyataan Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang menyebut Kementeri Agama hadiah untuk warga Nahdatul Ulama (NU).

“Apa yang disampaikan itu tidak hanya salah dari sisi fakta sejarah, akan tetapi tidak sesuai dengan pancasila yakni persatuan Indonesia,” ujar Relfy kepada GenPI.co, Selasa (26/10).

Dirinya juga mengaku heran dengan pernyataan tersebut. Sebab, menurutnya, Kementerian Agama adalah milik semua lapisan masyarakat.

BACA JUGA:  Polemik Ucapan Menag Yaqut, Posisinya Aman di Tangan Jokowi

“Hal itu bertentangan dengan sila persatuan Indonesia. Yang seperti ini bisa dibayangkan kalau keluar dari oposiis, pasti sudah disikat kanan kiri,” lanjutnya.

Dirinya lantas berharap agar NU akan berada di tangan orang-orang yang akan memilihara kejatidirian NU sebagai organisasi yang menjadi garda terdepan bagi persatuan Indonesia.

BACA JUGA:  Rocky Gerung Sentil Menag Yaqut : Ini Agak Miris Sebetulnya

“Bukan sekadar pengendors penguasa. Mudah-mudahan itu adalah hal yang sifatnya hanya untuk menyenangkan NU saja. Akan tetapi, jangan lupa bahwa ini bisa didengarkan oleh orang lain,” kata Refly.

Di sisi lain, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menyesalkan pernyataan Yaqut Cholil Qoumas.

BACA JUGA:  PA 212 Kecam Pernyataan Menag Yaqut, Isinya Telak

Abbas menilai pernyataan Menteri Agama itu dinilai tendensius dan berpotensi menimbulkan perpecahan, karena seolah-olah menegaskan peran umat beragama yang lainnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya