Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia, Bencana Hingga Pandemi

Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia, Bencana Hingga Pandemi - GenPI.co
Catatan Akhir Tahun Pariwisata Indonesia, Bencana Hingga Pandemi - Ilustrasi pemandangan dari Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT. (Foto: GenPI.co)

GenPI.co - Pengamat pariwisata Taufan Rahmadi memberikan sejumlah catatan akhir tahun bagi dunia pariwisata Indonesia.

Menurutnya, pariwisata Indonesia dari beberapa tahun ke belakang terus didera banyak cobaan, dari gempa bumi, bencana alam lainnya, hingga kini pandemi.

"Saya menyarankan pemerintah fokus utama pembenahan pariwisata itu dilakukan dengan memaksimalkan 7A," kata Taufan kepada GenPI.co, Jumat (3/12).

BACA JUGA:  Soal Doa Bahasa Indonesia KASAD Dudung, ini Kata Slamet PA 212

Pertama, attraction. Diferensiasi atraksi di setiap destinasi pariwisata menjadi penting untuk dilakukan, selain tentu saja menjaga protokol kesehatan.

Kedua, access. Taufan mengatakan, akses ini penting juga agar wisatawan tahu lokasi destinasi dan bisa menjangkaunya.

BACA JUGA:  Bus Transjakarta Kecelakaan Terus, Komentar Pengamat Jleb Banget

Akses ini bukan hanya soal jalan menuju lokasi, melainkan juga secara luas, seperti bandara, pelabuhan, dan sebagainya.

"Khusus untuk jalan ini perlu dibikin zonasi konsep tempat wisata. Sebab, ada destinasi yang ia makin terpencil makin dicari," katanya.

BACA JUGA:  Anak Buahnya Sibuk Sendiri, Jenderal Andika Perkasa Marah Besar

Ketiga, Amenitas. Faktor ini banyak membicarakan soal penginapan, air bersih, toilet, tempat ibadah.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya