Dua Gadis Cilik Protes Donald Trump Soal Sampah

 Dua gadis cilik, Aeshnina Azzahra (12) asal Pasuruan dan Zahira Zade (11) dari Gresik protes terhadap Presiden AS Donald Trump. (ist)
Dua gadis cilik, Aeshnina Azzahra (12) asal Pasuruan dan Zahira Zade (11) dari Gresik protes terhadap Presiden AS Donald Trump. (ist)

GenPI.co - Dua gadis cilik, Aeshnina Azzahra (12) asal Pasuruan dan Zahira Zade (11) dari Gresik protes terhadap Presiden AS Donald Trump. Mereka mengecam tindakan Amerika Serikat terkait dengan pengiriman lima kontainer berisi sampah melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Juni lalu.

Mereka datang bersama para aktivis lingkungan di Kantor Konjen AS bersama massa aksi Brantas River Coalition to Stop Imported Plastic (Bracsip), kemairn.  Rencanannya surat tersebut akan dititipkan melalui Konjen AS untuk disampaikan kepada Donald Trump.

Nina atau panggilan akrab Aeshnina Azzahra dalam suratnya sangat menyayangkan tentang perbuatan beberapa oknum yang berasal dari negeri Paman Sam tersebut. Dalam suratnya yang ditulis dalam bahasa Ingris tersebut, Nina mengungkapkan bahwa dirinya tengah bersedih terkait sejumlah hewan yang mati karena sampah plastik. Salah satunya yakni Ikan Paus yang ditemukan tewas, dengan perut yang penuh dengan sampah plastik. 

"I'm sad to see whales die, with stomach full of plastic waste. I was sad to see dead seagulls a plastic strangled neck. I'm sad to see turtles die with a plastic stomach," tulis Nina.

BACA JUGA: Dubes Inggris untuk AS : Donald Trump Orangnya Minderan

Bukan cuma itu, Nina juga mengeluh dampak yang ditimbulkan oleh sampah tersebut. Ia menerangkan jika sungai, ladang, pantai hingga lahan bermain anak anak seusianya terkena dampak dari sampah tersebut. Melalui suratnya ia juga impiannya tentang berbagai wilayah di Indonesia mulai terbebas dari sampah.

“So please stop export your waste to Indonesia. Please help me to make a better future. #TakebackyourtrushfromIndonesia. Please answer my letter,” Pinta Nina.

Senada dengan Nina, Zahira zade justru menantang orang nomer satu di Amerika ini. Ia menantang apakah Presiden Donald Trump mau bernasib seperti kura-kura dan paus yang mati karena limbah plastik. Ia juga mengatakan bahwa di lingkungan sekitar rumahnya, banyak bayi sesak nafas akibat asap pembakaran sampah plastik impor dari USA tersebut.

Sebagai informasi, dalam beberapa bulan ini pihak Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya mengungkap berbagai kontainer yang berisikan sampah. Diketahui, kontainer tersebut berasal dari Australia serta Amerika serikat. Tentunya langkah tegas diberikan dengan cara memulangkan paksa kontainer yang juga diidentifikasi terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).


NONTON VIDEO BERIKUT INI


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER