MIKTA Bahas Pariwisata Berkelanjutan

Pertemuan MIKTA yang digelar di Yogyakarta, 8-9 Agustus 2018
Pertemuan MIKTA yang digelar di Yogyakarta, 8-9 Agustus 2018

Dalam penyelenggaraan pariwisata berkelanjutan ke depan, teknologi digital menjadi alat penting untuk membaca tren pariwisata dan arah strategi. 

Hal itu diungkapkan Samsriyono Nugroho Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Teknologi Informasi di Yogyakarta , Rabu (8/8). Ia didapuk sebagai salah satu pembicara   dalam  pertemuan spesifik lintas negara Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia (MIKTA). Tema bersar pertemuan itu adalah ‘Membangun Jaringan MIKTA Mengenai Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan’.

Samsriyono melanjutkan, Pariwisata juga semakin dinilai sebagai industri yang dapat menjadi alat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, pariwisata dapa berimbas pada penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan ekspor dan kesejahteraan seluruh dunia.

Sementara Prof. Dr. Baiquni Universitas Gadjah Mada memaparkan pentingnya aspek budaya dalam pengembangan pariwisata. “ Tak hanya memikirkan perkembangan teknologi, pelestarian aspek budaya juga menjadi bagian penting dalam menyusun menejemen destinasi dan kualitas, “ ia menjelaskan.

Pertemuan MIKTA sendiri akan berlangsung hingga Kamis (9/8) besok. Beragam tema terkait peningkatan pariwisata akan menjadi bahasan. Sementara hari ini pertumuan fokus pada paparan dan penyampaian konsep pariwisata berkelanjutan oleh masing-masing negara anggota.

“Dari pertemuan ini diharapkan akan ada konsep kerjasama berdasarkan  arah Sustainable Tourism Development yang kemudian bisa kita (MIKTA) adopsi,” ungkap Valerina Daniel selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS