Ini 3 Terapi untuk Anak Terdiagnosa Autis

Ilustrasi
Ilustrasi

GenPI.co - Autisme merupakam kelainan dalam tumbuh kembang anak yang memengaruhi kemampuannya berkomunikasi dan berperilaku. Bagi orang tua yang memiliki anak yang terdiagnosa autisme, perlu untuk melakukan penanganan dini.

Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) Gayatri Pamoedji menjelaskan,  penanganan untuk anak yang terdiagnosa autisme dapat dilakukan dengan memberikan tiga jenis terapi, yakni perilaku, bicara dan okupasi.

"Untuk bicara bisa dimulai dengan 10 benda yang paling sering anak pakai. Di rumah usahakan 30-40 jam per minggu dilakukan terapi," kata Gayatri dilansir dari Antara.

BACA JUGA: Inilah 3 Seniman Luar Biasa yang Ternyata Autis

Terapi okupasi bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan olahraga untuk mengoordinasikan motorik halus seperti gerakan jari, motorik kasar misalnya gerakan kaki dan ini bisa dilakukan melalui bantuan orang tua di rumah.

Sementara terapi perilaku dan bicara dapat dilakukan orang tua dengan lebih sering mengajak berkomunikasi serta memberikan penjelasan memgenai perilaku-perilaku yang baik.

Selain itu, Gayatri juga menjelaskan pentingnya dukungan keluarga besar untuk mendorong kemampuan anak yang terdiagnosa autisme.


"Anak autis tantrum di mal misalnya, jangan dilihat lebih dari lima detik karena tidak menolong, orang tua merasa terpojok. Jangan dikira anak autis tidak punye perasaan. Jangan bercanda pakai kata autis," kata dia.
 


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


KULINER