Viral, Riau Tolak Bantuan Satgas Karhutla dari DKI, Ini Alasannya

Satgas Karhutla Riau melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD memadamkan kebakaran di lahan gambut Riau. (Sumber foto: Wahyudi).
Satgas Karhutla Riau melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD memadamkan kebakaran di lahan gambut Riau. (Sumber foto: Wahyudi).

GenPI.co — Viralnya pemberitaan tentang penolakan Pemprov Riau terhadap bantuan petugas karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) dari Pemprov DKI Jakarta disayangkan oleh Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger.

Edwar menyampaikan, informasi itu membuat kesan seolah-olah Riau arogan dengan menolak mentah-mentah bantuan dari DKI itu. 

"Dikesankan, seolah-olah Riau arogan dengan menolak mentah-mentah bantuan dari Pemprov DKI. Padahal, kronlogisnya tidaklah seperti itu," kata Edwar Sanger yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau. 

Edwar menyampaikan, pihaknya ditelepon oleh BPBD DKI Jakarta terkait rencana bantuan petugas karhutla yang akan didatangkan ke Riau. "Niat baik mereka tentu kita sambut dengan baik juga. Tapi tentu perlu kita bicarakan dulu di satgas kita," ungkap Edwar di Pekanbaru, Rabu (18/09).

"Setelah dibahas di satgas, dengan melihat dan menimbang ketersediaan petugas karhutla yang saat ini sedang bekerja memadamkan titik api di berbagai kabupaten/kota di Riau, akhirnya diputuskan bahwa untuk saat ini Riau belum memerlukan," Edwar menuturkan. 

"Sekarang petugas kita ada sekitar 6 ribu orang yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, MPA dan petugas dari beberapa perusahaan swasta," jelasnya.

Dengan jumlah petugas yang sudah sangat banyak dan hotspot (titik api) yang sudah jauh berkurang, tentu lebih baik Pemprov DKI membantu provinsi lain yang saat ini hotspotnya jauh lebih banyak, seperti Jambi, Sumatra Selatan (Sumsel) atau daerah Kalimantan. 


Baca juga:


Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS

Berita Tentang Mesin Waktu Terbaru dan Terkini Hari ini

KULINER