Lenggak-lenggok Penari Merak di Arena Panahan

Pertunjukan kebudayaan Indonesia di Asian Para Games 2018, tak semata pada seremoni pembukaan saja. Bahkan saat perlombaan pun, kearifan lokal negeri ini turut ditampilkan untuk memukau penonton.

Di venue perlombaan panahan, Gelora Bung Karno, Minggu (7/10), pertandingan dibuka dengan lenggak-lenggok Tari Merak. Penampilan mereka tentu saja menjadi magnet tersendiri bagi penonton. Mereka menari dengan gemulai di tengah lapangan panahan. Gerakan yang ditampilkan mengikuti tingkah laku burung merak yang selalu memamerkan keindahan ekornya.

Kehadiran para penari ini membuat suasana semakin meriah. Para penari tersebut berjumlah enam orang. Semuanya adalah perempuan. Mereka berasal dari Sanggar Maheswari Production.

Tari Merak merupakan salah satu ragam tarian kreasi baru yang mengekspresikan kehidupan binatang, yaitu burung merak. Tata cara dan geraknya diambil dari kehidupan merak yang diangkat ke pentas oleh Seniman Sunda Raden Tjetje Somantri.

Ciri keindahan burung merak benar-benar ditampilkan dalam kostum yang dikenakan. Ada motif bulu burung merak. Ada pula tambahan sayap yang juga didisain penuh motif bulu merak. Gambaran burung merak semakin kentara dengan mahkota yang dikenakan dengan bentuk menyerupai kepala burun g merak.

Ada keunikan lain yang ditampilkan dalam venue panahan tersebut. Sebuah photobooth tersedia bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen saat menonton pertandingan tersebut. Para pengunjung dapat berfoto di depan sebuah  background bertuliskan “The Inspiring Spirit And Energy Of Asia”. Asyiknya, tak ada biaya bagi mereka yang mau berfoto di situ.

 Yenny Ratna adalah salah satu pengunjung yang menikmati serunya pertandingan memanah itu. ia mengaku penasaran terhadap jalannya pertandingan di Asian Para Games itu.

“Yang patut juga di apresiasi semangatnya mereka. Meski termasuk disabilitas, namun para atlet ini memiliki kemampuan yang tak semua orang miliki,” ujar penonton asal Ciputat - Tangerang Selatan itu.

 Penonton lain, Ketut Alit, datang menonton pertandingan tersebut bersama anaknya. “Acara ini sangat bagus untuk semua golongan umur.  Terlebih saya juga kesini membawa anak saya yang sama juga mengalami kekurangan, supaya dapat penonton dan termotivasi begitu,” Ketut menuturkan.

Untuk dapat memasuki venue panahan ini , tidaklah harus berjalan jauh masuk ke  Gelora Bung Karno (GBK). Itu karena venue Archery ini terletak dekat sekali dengan Gate 10.  Bila masih merasa jauh kamu dapat mencoba transportasi  transjakarta yang beroperasi keliling di dalam GBK ke seluruh venue tanpa dipungut biaya.

Reporter: Asahi Asry Larasati

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter