Di CNN, Arief Yahya Ungkap Capaian Pariwisata Indonesia

Menpar Arief Yahya membeberkan capaian pariwisata Indonesia saat wawancara di CNN, Senin (5/11).
Menpar Arief Yahya membeberkan capaian pariwisata Indonesia saat wawancara di CNN, Senin (5/11).

Brand Wonderful Indonesia milik Kementerian Pariwisata makin kuat. Buktinya, World Travel and Tourism Council (WTTC) menempatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia di peringkat sembilan.

Hal itu dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sebuah wawancara dengan CNN, Senin (5/11) kemairn. Ia melanjutkan, peringkat dari WTTC turut mendongkrak National Brand Indonesia di level dunia. Brand equity Indonesia hampir USD 1 Triliun. Dan  pariwisata tampil sebagai penyumbang utama devisa, selain Trade dan Investment.

Namun, penghargaan dari WTTC bukan satu-satunya indikasi meningkatnya pariwisata Indonesia. Indikasi lainnya, adalah keberhasilan Wonderful Indonesia menempati peringkat 42 dunia versi WEF World Economic Forum, di Travel and Tourism Competitiveness Index.

Tidak itu saja, Indonesia masuk dalam daftar the fastest growing tourism industry. Oleh The Telegraph UK, pariwisata Indonesia ditempatkan di peringkat 20 besar.

“Tapi ada juga yang membuat bangga. Tahun 2016 Wonderful Indonesia mendapatkan 46 international awards, dari 22 negara. Tahun 2017, jumlah penghargaan bertambah menjadi 27 awards dari 13 negara. Sedangkan Tahun 2018, 30 awards dari 8 negara,” paparnya.

Semakin tingginya reputasi Wonderful Indonesia, berdampak sangat signifikan. Khususnya terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Tahun 2014, Indonesia dikunjungi 9.3 juta wisman. Jumlah ini meningkat tahun 2015, dengan 10,4 juta. Sementara tahun 2016, tercatat 12 juta wisatawan berkunjung ke Indonesia. Jumlah ini kembali meningkat tahun 2017 dengan 14 juta. Diperkirakan 2018 julah itu akan menjadi 16.5 juta.


“Kuncinya, Digital Marketing dengan  platform yang sudah Look, Book, Pay. Lalu menggunakan teknologi CDM, diperkuat dengan Digital Media, Google, Baidu, Trip Advisor, Ctrip, dan lainnya,” terang mantan Dirut PT Telkom itu.


RELATED NEWS