Dibanjiri Massa, Festival Crossborder Keerom Sukses Besar

Rangkaian FC-Keerom 2018 telah resmi ditutup Sabtu (17/11). Dihelat mulai 15-17 November, Festival ini total mampu menghadirkan sekitar 27.000 wisatawan. Pergerakannya pun cukup fluktuatif, meski angka kunjungan wisatawan maksimal 12.000 orang terjadi di hari terakhir FC-Keerom. Sebab, aksi panggung Ras Muhammad menjadi penutupnya.

Musik reggae dan Ras Muhammad effect kembali berbicara di Festival Crossborder. Menggelar konser di Lapangan Sepakbola Swakarsa, Keerom, Papua, aksinya mampu membius para pengunjung. Melempar 12 lagu hits, Ras Muhammad berhasil membuat pengunjung tidak beranjak dari venue. Mereka ini tidak mengindahkan hujan yang terus mengguyur deras.

“ Keerom ini luar biasa. Mereka terlihat sangat enerjik bernyanyi dan berjingrak. Musik reggae ini sangat universal dan diterima oleh siapa saja di sini,” ungkap Ras Muhammad, kemarin.

Sembari bernyanyi di atas stage, sesekali Ras Muhammad berinteraksi dengan para fans-nya tersebut. Teriakan ‘Keerom mana suaranya’ pun terdengar berulang. Interaksi semakin hangat dengan himbauan Ras Muhamad ‘Halo Keerom, angkat tangannya’. Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani menyatakan, FC-Keerom telah membuktikan kapasitasnya.

“ Keerom ini luar biasa. Jumlah pengunjung event-nya sangat besar. Mereka ini sangat mengidolakan Ras Muhammad. Lebih menarik lagi, arus kunjungan wisman juga terkoreksi positif di hari terakhir. Secara keseluruhan, festival ini sudah menunjukan kapasitasnya sebagai tambang wisman,” kata Giri Adnyani.

 Telah menanti sejak awal, penampilan Ras Muhammad mampu menarik kunjungan 289 wisatawan dari Papua New Guinea (PNG). Jumlah ini yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan event ini. Sebab, event ini mampu menarik kunjungan 256 wisman di hari perdana. Jumlahnya memang turun di hari ke-2 dan angka riilnya 244 wisman.

 Mengalami pergerakan wisman yang fluktuatif, penyelenggaraan FC-Keerom total menarik 789 wisman. Realisasi ini surplus 105,2% dari target. Sebab, target kunjungan wisman di FC-Keerom hanya dipatok 750 paspor asing. Giri Adnyani menambahkan, pergerakan wisman khususnya dari PNG sangat bagus. Artinya, potensi event sebagai pengerak ekonomi di perbatasan memiliki progress positif.


“ Arus masuk wisatawan PNG sangat positif setiap harinya. Kedatangan mereka ini tentu membawa hal bagus bagi perekonomian masyarakat Keerom. Sebab, ada banyak aktivitas transaksi yang ditawarkan di sana melalui berbagai stand,” lanjutnya.


Redaktur : Landy Primasiwi

RELATED NEWS