Atasi Penyakit Menular Scabies dengan Ramuan Tradisional NTT

Yohanes Hengki Fernandus, generasi ketiga peramu Ine Komodo.
Yohanes Hengki Fernandus, generasi ketiga peramu Ine Komodo.

Pada dekade 2000-an, Kabupaten Manggarai dilanda wabah scabies, wabah ini menyerang kurang lebih 10 warga Manggarai dan berpotensi terus bertambah karena scabies mudah menular melalui sentuhan kulit. Dinas Kesehatan Manggarai telah menghubungi perusahaan farmasi untuk meminta bantuan penyediaan obat, namun biayanya sangat mahal dan dalam keadaan genting seperti itu, bantuan datang dari tempat yang tak terduga.

Obat oles tradisional Manggarai muncul sebagai penyelamat, Dinas Kesehatan segera melakukan uji laboratorium di Balai Pengawasan Obat dan Makanan Kupang yang menunjukkan hasil positif. 

Scabies adalah kondisi sangat gatal dan menular pada kulit yang disebabkan oleh tungau kecil di dalam kulit, seperti dilansir dari berbagai sumber.

“ Obat ini dipakai beberapa masyarakat dalam menyembuhkan penyakit scabies kami melakukan percobaan, hasilnya sekali oles langsung kering.”  Ujar Kasubdin Bina Program Dinkes Manggarai Drs. Shah dan Odom saat obat itu pun dibagikan kepada masyarakat dan wabah scabies pun mereda.

Nama Obat Oles penyelamat itu adalah ‘Ine Komodo’, obat oles dengan bahan alami dari bumi Manggarai yang diramu secara manual dengan tangan tanpa bantuan mesin. 

“ Ine Komodo itu dikerjakan secara turun menurun, dulu Nenek di Lembata, tempatnya terpencil sekali dan disana nenek tanam obat untuk buat minyak ” ujar Yohanes Hengki Fernandus, generasi ketiga peramu Ine Komodo.

Setelah Indonesia merdeka, transportasi yang sulit di Lembata membuat obat ini tersebar sangat terbatas dan nyaris tidak ada penerusnya.


“ yang bantu nenek, dari semua cucunya,hanya saya” kata pak Yohanes.


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Landy Primasiwi

RELATED NEWS