Benteng Van Den Bosch,Wisata Sejarah dengan Arsitektur Eropa

Wisata Benteng Van Den Bosch yang memiliki bangunan arsitektur bergaya Eropa dan Romawi
Wisata Benteng Van Den Bosch yang memiliki bangunan arsitektur bergaya Eropa dan Romawi

Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal masyarakat Benteng Pendem ini, menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling pas bagi para pengunjung yang sedang menikmati masa liburannya di Ngawi, Jawa Timur. Salah satunya wisata bagi anak-anak sekolah yang datang dan penasaran dengan sejarah benteng tersebut.

Menurut Totok selaku Kabid pariwisata Disparpora Kabupaten Ngawi, “selama musim liburan sekolah seperti ini di Benteng Pendem selalu ramai pengunjung khususnya pemuda-pemudi yang berkunjung bersama teman-temannya untuk nikmati suasana benteng Pendem peninggalan sejarah masa lampau saat masa penjajahan hindia belanda yang di Bangun tahun 1839 dan selesai tahun 1845 " ungkapnya.

Untuk masuk ke Benteng yang berada di komplek asrama Yon Armed 12 Ngawi ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000,-. Dengan harga yang cukup murah. Pengunjung pun dengan bebas menikmati suasana benteng, serta spot-spot fotogenik yang ada di sekitar benteng Pendem.

Adanya Taman Labirin yang berada di depan Benteng Pendem ini menambah daya tarik tersendiri pagi para pengunjung yang penasaran dengan lokasi tepat tersebut. Bahkan Totok menambahkan kini disekitar area pun terdapat arena bermain anak-anak, serta gazebo-gazebo untuk para pengunjung yang letaknya di belakang Benteng agar para pengunjung dapat menemukan banyak alternatif spot yang menyenangkan.

Dulunya, Benteng Pendem ini digunakan oleh tentara bangsa Belanda untuk tempat perlidungan pertahanan. Maka benteng ini adalah sebuah bangunan peninggalan Belanda yang selesai dibangun pada tahun 1845 dan memiliki luas kurang lebih 1 hektar.

Wisata Benteng Van Den Bosch yang memiliki bangunan arsitektur bergaya Eropa dan Romawi ini, bagi masyarakat Ngawi juga disebut dengan Benteng PePendem, pasalnya dilihat dari sekitar area benteng ini terlihat menjorok kedalam tanah yang ada tumpukan tanah dan dahulu digunakan untuk tanggul serta pengamanan dari serangan musuh.

Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya Hadir di Benteng Kuto Besak


Uniknya, secara geografis Benteng Van Den Bosch ini diampit dua sungai yaitu dari selatan adalah sungai Bengawan Madiun dan sisi Barat tedapat sungai Bengawan Solo. Jadi bisa disimpulkan pembuatan tanggul Benteng Van Den Bosch, selain berfungsi untuk menahan serangan pasukan Diponegoro juga sebagai penahan banjir.


Redaktur : Landy Primasiwi

RELATED NEWS