New Normal Tak Tepat, Indonesia Punya Fakta yang Bikin Merinding

Ilustrasi: Layar ponsel menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Ilustrasi: Layar ponsel menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

GenPI.co - Kebijakan tatanan New Normal yang diwacanakan pemerintah dinilai tidak tepat. Ada fakta yang bikin merinding di Indonesia. Apa saja? Ini ulasannya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal adalah orang pertama yang mengkritisi wacana itu dengan data. Sedikitnya ada lima fakta yang menjadi alasannya.

Fakta pertama, jumlah orang yang positif virus Corona masih terus meningkat. Angkanya masih stabil di atas 600 orang per hari. 

BACA JUGA: Bangun Bisnis Saat Corona, Shio Ini Langsung Dipayungi Hoki

“Fakta kedua, sejumlah buruh yang tetap bekerja akhirnya positif terpapar Corona atau COVID-19. Hal ini bisa dilihat, misalnya di PT Denso Indonesia dan PT Yamaha Music. Ada yang meninggal akibat positif COVID-19,” tutur Said Iqbal kepada awak media, Kamis 28 Mei 2020.

ADVERTISEMENT

Sampoerna dan PEMI Tangerang juga sama. Ada buruh yang OPD, PDP, bahkan positif. Belum lagi fakta ketiga. Saat ini sudah banyak pabrik yang merumahkan dan melakukan PHK akibat bahan baku material impor makin menipis dan bahkan tidak ada.

Industri tekstil misalnya. Saat bahan baku kapas makin menipis, industri diyakini bakal sulit jalan. Belum lagi di industri farmasi, bahan baku obat juga makin berkurang. Suku cadang industri otomotif dan elektronik juga makin menipis. 

BACA JUGA: Ya Ampun! Atlet Voli Ini Cantiknya Kebangetan


Redaktur : Agus Purwanto

loading...

BERITA LAINNYA