Ini Celah Hacker untuk Mengecoh Pelaku Belanja Online

Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)
Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)

GenPI.co - Pandemi COVID-19 membuat banyak orang beralih ke marketplace untuk memenuhi kebutuhan.

Demi menghindari interaksi langsung dengan orang dan risiko terinfeksi, orang lebih memilih belanja ke toko online.

Namun, trafik belanja online yang semakin tinggi dilihat sebagai kesempatan bagi para peretas untuk melakukan kejahatan siber. 

BACA JUGA: Konsultasi Kesehatan Jiwa Kini Bisa via Online di Halodoc

ISACA (www.isaca.org), sebuah asosiasi independen dunia yang bergerak di bidang cybersecurity, melakukan pemeringkatan kerentanan pada mobile payment. 

ADVERTISEMENT

Hasilnya, tingkat kerentanan paling tinggi adalah penggunaan Wi-Fi publik yakni 26%. Lalu diikuti dengan gadget hilang atau dicuri, terjadinya phishing (seolah-olah menyamar sebagai entitas yang bisa dipercaya).

Celah kejahatan siber juga terjadi dengan smishing , yakni mengecoh seseorang melalui pesan sehingga malware bisa diunduh secara tidak sengaja ke dalam perangkat mobile. malware ini masuk melalui pesan teks, dan password yang lemah.

Sementara untuk pengguna Android, peluang terbesar cyber attack atau serangan para hackers bisa juga berasal dari aplikasi malware yang terpasang secara tidak diketahui atau tidak disengaja. 


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING