Presiden Jokowi Minta Bio Farma untuk Produksi 250 Juta Vaksin

Presiden RI Joko Widodo (kanan) didampingi oleh Kepala Divisi Produksi Farmasi Hikmat Alitamsar (kiri) di fasilitas produksi Gedung 43 Bio Farma, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).
Presiden RI Joko Widodo (kanan) didampingi oleh Kepala Divisi Produksi Farmasi Hikmat Alitamsar (kiri) di fasilitas produksi Gedung 43 Bio Farma, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

GenPI.co - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meninjau uji klinis vaksin covid-19 produksi Sinovac, China, yang diadakan di Universitas Padjajaran dan Bio Farma.

Kunjungan ini dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan penyuntikan yang perdana untuk imunisasi untuk 1.620 relawan yang akan diujicobakan.

BACA JUGAObat Herbal Hanya Pereda, Bukan Vaksin Sesungguhnya

Presiden berharap uji klinis fase ketiga vaksin covid-19 produksi Sinovac selesai dalam kurun enam bulan. Pada Januari 2021, vaksin sudah dapat diproduksi secara massal.

Sebelumnya, vaksin covid-19 produksi Sinovac sudah menjalani dua fase uji klinis di China. 

loading...

Selain vaksin covid-19 produksi Sinovac, menurut Presiden, Indonesia bekerja sama dengan sejumlah negara terkait vaksin covid-19 seperti Uni Emirat Arab dan Korea Selatan. 

“Saya kira, kita membuka diri dalam rangka secepat-cepatnya untuk bisa melakukan vaksinasi kepada seluruh rakyat di Indonesia,” katanya Jokowi di FK Unpad, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020). 

Selain itu, Indonesia melalui Bio Farma siap memproduksi vaksin sendiri. Menurut Jokowi, pada Agustus 2020, Bio Farma mampu memproduksi sekitar 100 juta vaksin. 


Redaktur : Irwina Istiqomah

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING