Dear Diary

Darahku Mendidih di Era Pandemi Corona, Anakku Ternyata… 

Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)
Ilustrasi. (Foto: Elements Envato)

GenPI.co - Sudah enam bulan berlalu, wabah corona yang memuakkan ini tak kunjung usai. Setiap manusia di manapun di bawah kolong langit harus beradaptasi dengan kenormalan baru dan segala tetek bengeknya. 

Hari ini mungkin sama saja seperti kemarin dan esok. Setiap insan mengais nafkah sembari cemas virus-virus jahat itu mencapai hidung mereka.

Namun bagiku, hari ini istimewa. Sebab sekarang adalah jatahku menikmati libur dari dari rutinitas pekerjaan. Tak seperti pegawai kantoran lain yang mendapatkan liburan di akhir pekan, aku harus menerima kenyataan bahwa jatah liburan mingguanku sebagian besar jatuh pada hari reguler. Tak apa lah, setidaknya masih bisa menikmati libur. 

Karena tidak sedang bekerja, aku memutuskan untuk mendampingi anak sulungku yang sekolah dari rumah. Aktivitas tersebut menjadi kegiatanku mengisi liburan belakangan ini. Sementara bila aku sedang bekerja, anakku menjalankan aktivitas belajar dengan didampingi ibunya. 

BACA JUGA: Kasihku pada Wendy Melampaui Waktu

loading...

Si Kakak -begitu kami memanggilnya- baru kelas satu sekolah dasar. Ia masih belajar mengenal huruf, mengeja hingga menyusun kata-kata. 

Padahal saat di taman kanak-kanak dulu, si Kakak  sudah dikenalkan dengan huruf hingga kata-kata sederhana. Namun entah kenapa, ilmu itu hilang tak berbekas saat ia naik ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Terpaksa, urusan baca-membaca itu harus dimulai dari yang paling dasar lagi. 

Karena pemerintah tidak membolehkan, sekolah tidak mengadakan tatap muka selama pandemi ini. Sejak dimulainya tahun ajaran baru, segala proses itu dilakukan secara daring. 


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING