Stories: Share your traveling moment!

Yuk Sambangi Destinasi di Keerom Papua

JAKARTA - Yang ingin berwisata ke Keerom, Papua, sepertinya bakal makin happy. Apalagi bakal ada 2 event crossborder yang bakal digelar. Pertama pada 12-14 April 2019, atau bertepatan dengan hari ulang tahun Kabupaten Keerom. Dan sesudah April. Bukan itu destinasinya pun tak kalah menariknya untuk dikunjungi. 


"Keerom memiliki potensi besar untuk di kembangkan. Bukan saja budayanya tetapi juga alamnya. Apalagi daerah ini sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG). Tentunya ini menjadi nilai plus untuk menarik wisatawan perbatasan, bahkan wisatawan Eropa," terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani.


Memang tak dapat dipungkiri jika Papua memiliki pesona yang luar biasa. Terlebih daerah ini masih begitu alami tanpa banyak sentuhan manusia. Salah satunya Air terjun Walukubun atau yang biasa disebut Air terjun Pintu Angin. Spotnya masih sangat alami. Meski air terjun ini tidak terlalu tinggi tetapi daya magisnya tak terbantahkan. Saat ini Pemda Keerom pun berencana menjadikan air terjun ini sebagai destinasi utama di Keerom.


Selanjutnya ada Taman Wisata Waisamba. Sebuah kolam renang yang pasti berbeda. Pasalnya suplay air dalam kolam renang tersebut datang langsung dari mata air Gunung Gudang Garam. Airnya super jernih dan menyegarkan. Berbeda dengan air di kolam renang perkotaan yang begitu menyengat bau kaporitnya. 


Yang paling hits saat ini tentunya Danau Love. Sebuah danau unik berbentuk hati yang begitu mempesona. Kalau dilihat dari bukit sekelilingnya, keindahan danau berbentuk hati ini akan tampak jelas. Sehingga tidak salah lagi kalau banyak wisatawan menjadikan atas bukit ini menjadi spot terbaik untuk mengabadikan foto dengan latar belakang danaunya. 


Bukit hijau yang mengelilingi Danau Love (Cinta) atau Telaga Cinta semakin menambah keindahan dan kesan romantis danau tersebut. Meski danau ini berada di Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, tetapi jaraknya lebih dekat dijangkau dari Keerom. 


"Soal aksesibilitas, Keerom sudah sangat mumpuni. Jalannya beraspal mulus dari Jayapura sampai perbatasan PNG. Jaraknya cukup di tempuh 1,5 jam dari Jayapura. Dengan kondisi ini Keerom semakin strategis untuk menarik wisatawan PNG untuk masuk lebih dalam lagi ke Papua, Bahkan hingga Jayapura atau Sentani," terang Ricky.


Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat optimis border tourism di Keerom akan semakin berkembang. Apalagi Keerom memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang megah. Maka dari itu Kemenpar rutin menggelar event crossborder di Kabupaten Keerom. 


“Border tourism sedang menjadi fokus kita. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata akan all out untuk mendukung event-event di crossborder. Termasuk event di Keerom. Begitu juga dengan destinasinya. Secara bertahap akan terus dikembangkan bersama stakholder lainnya dengan spirit Indonesia Incorporated,” papar Menteri asal Banyuwangi itu.(*)

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter