Intip Ritual Sigofi Ngolo di FTJ 2018

Tujuh perahu Kora-Kora berjejer di pelabuhan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat,  pada Kamis, (3/5/2018) pagi. Perahu-perahu itu tampak lain lantaran diberikan hiasan bendera dan janur. Di atas perahu, tampak beberapa pria mengenakan pakaian tradisional. Mereka akan melaksanakan ritual Sigofi Ngolo (Bersih Laut), salah satu event jelang puncak acara Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2018.

Sigofi Ngolo adalah ritual adat Kesultanan Jailolo. Setiap elaran FTJ, ritual ini tak pernah absen. Makna dari  ritual membersihkan laut itu adalah untuk menyingkirkan semua niat buruk dan meminta izin kepada alam saat memulai pelayaran dengan niat tulus.

Sultan Jailolo Ahmad Abdullah Harianto Sjah sendiri yang memimpin Sifogi Ngolo.Sebelum ritual berlangsung, Sultan hadir bersama iring-iringan dari kedaton menuju areal FTJ. Kehadiran rombongan Sultan itu diiringi dengan tarian Soya-soya.

Setibanya di pelabuhan Jailolo, Sultan dipersilakan untuk menaiki perahu yang sudah disiapkan. Lalu arak-arakan dimulai menuju Pulau Babua.

Di sekitar pulau Babua itu, perahu-perahu memutari pulau itu  sebanyak tiga kali.  Ini sebagai  bentuk penghormatan kepada para leluhur.  Sebab di pulau Babua terdapat makam keramat para leluhur.

Kemudian perahu yang ditumpangi Sultan, melakukan ritual menabur bunga dengan iringan lantunan doa. Setelah prosesi di pulau Babua selesai, peserta ritual menuju Tanjung Gueria dan desa Tuada untuk menabur bunga.

Awat Lolori, Tulilamo (Sekretaris) Kesultanan Jailolo mengungkapkan, Kesultanan Jailolo baru kembali aktif pada tahun 2003. Sebelumnya, kesultanan ini vakum selama 500 tahun. “Banyak benda keramat Kesultanan yang dimandikan dalam ritual Sigofi Ngolo,” Awat Lolori menjelaskan.

Tabur bunga merupakan puncak dari Sigofi Ngolo. Setelah ritual itu, iring-iringan tujuh perahu kora-kora kembali ke Pelabuhan Jailolo. harapannya, melalui ritual itu, pesta ada yang sudah digelar 10 kali itu dapat berjalan lancer dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter