Cap Go Meh Singkawang

Begini Ekspresi Tatung Cilik Kerasukan Roh Leluhur

Tatung cilik kerasukan roh. (Foto: Nje)
Tatung cilik kerasukan roh. (Foto: Nje)

Sehari sebelum puncak acara Festival Cap Go Meh Singkawang, Kalimantan Barat dilakukan Prosesi ritual tolak bala dan cuci jalan. Tujuannya meminta permohonan keberkahan dan memastikan bahwa tidak ada halangan yang terjadi pada saat puncak perayaan Cap Go Meh, Selasa (19/2).

Dalam ritual cuci jalan ini dihadirkan Tatung yang diutus dari beberapa kelenteng mulai dari dalam dan luar Singkawang. Kemunculan para Tatung tersebut akan mendatangi pusat Vihara yang berada di Vihara Dharma Bumi Raya yang berada di pusat kota.

Baca juga: Ritual Cap Go Meh, 12 Lion Prosesi Cuci Jalan

Para Tatung akan mendatangi Vihara tersebut silih berganti dan masuk ke dalam Vihara untuk melakukan berbagai ritual, salah satunya Tatung akan melempar Sin Kaw atau Sin Fui yakni cara untuk memanggil para roh leluhur yang akan merasuki tubuh mereka. Saat Tatung sedang melakukan sembahyang para rombongan akan membunyikan tabuan sambil menggerakkan berbagai macam ekspresi.

Tatung yang berada di dalam Vihara akan melempar Sin Kaw atau sepasang uang koin, dengan harapan agar Dewa yang mereka harapkan dapat masuk kedalam tubuhnya.

loading...

Menurut salah seorang rombongan Tatung, menjelaskan koin akan dilempar hingga mendapat Sin Kaw. "Koin nya itu nanti dilempar, pertama jika koin jatuh dalam posisi tertutup namanya Jim Cung, kalau jatuhnya posisi terbuka namanya Siau Cung,  nah kalau Sin Kaw itu artinya posisi koin satu terbuka satu nyalagi ketutup itu baru para dewa sudah setuju," ujar Shin wa kepada GenPI.co.

Setelah sepasang koin tersebut disetujui maka para Tatung sudah mulai mengeluarkan beragam ekspresi serta atraksi yang tidak masuk oleh akal sehat.  Sambil berdiri di atas tandu yang menempel dengan benda-benda tajam, mereka akan mulai tertawa, mabuk-mabuk, hingga melakukan tindakan ekstrim. Begitu juga dengan Tatung cilik yang sudah kerasukan roh mengeluarkan ekspresi. 



Reporter : Annissa Nur Jannah

Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING