
Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, sekitar 30-40 persen pengeluaran para wisatawan berkutat pada kuliner. Para pelancong cenderung penasaran ingin mencoba menu-menu baru yang jarang atau bahkan tidak ada di daerahnya. Sehingga mereka akan menyediakan sebagian waktu liburanya untuk berburu kuliner.
“Setelah kuliner, barulah wisatawan akan berburu oleh-oleh seperti fashion (20 persen) dan kerajinan tangan (15 persen). Ini terjadi hampir di semua daerah di Indonesia. Kita dukung event seperti ini agar semakin berkembang dan berkelanjutan,” tegasnya.(*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News