Stop Eksploitasi Binatang Jadi Tontonan Warga

Stop Eksploitasi Binatang Jadi Tontonan Warga - GenPI.co
Ilustrasi

Tingginya permintaan masyarakat terhadap pertunjukan atraksi binatang atau sirkus  membuatnya tetap eksis hingga sekarang. Hal itu dikecam sejumlah LSM karena dianggap tindakan ekspolitasi yang keji terhadap hewan.

Menanggapi hal itu, influencer pecinta binatang, Bima Arya turut menyesalkan pertunjukan tersebut masih ada. Menurutnya hal itu terjadi karena masih tingginya permintaan dan antusiasme masyarakat untuk menonton, tanpa berfikir kondisi hewan tersebut untuk jangka panjang.

“Mereka (sirkus) ada karena selalu ada penonton karena uang berputar di situ. Kalau orang-orang sudah tau ini salah, kita bisa merasakan bahwa binatang itu habitatnya di alam, sebagaimana manusia mau diambil dari lingkungan hidupnya,” tutur Bima kepada GenPI.co di kawasan Plaza Indonesia Jakarta belum lama ini. 

Baca juga: Tak Asal, Begini Langkah Adopsi Hewan Peliharaan Yang Tepat!

Ia juga menyesalkan minimnya kesadaran manusia bahwa binatang itu perlu diberikan ruang untuk bergerak di habitat aslinya, alam terbuka. Seperti lumba-lumba yang memiliki habitat di lautan lepas. Ketika mereka dilatih untuk menuruti kemauan manusia, tanpa disadari lumba-lumba akan stres. 

“Karena itu bukan perilaku aslinya (lumba-lumba) ketika di alam. Di luar sana itu ada laut, tempatnya goldfish beda dengan manusia di daratan. Dengan itu kita akan stop dan mudah-mudahan kita bisa stop,” tegasnya.

Bima menekankan, pertunjukan itu bisa dicegah dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat secara kompleks. Seperti memahami bahwa binatang memiliki perasaan yang sama dengan manusia, sama-sama merasakan lelah dan ingin bernafas.

“Pertama kalian sendiri dilahirkan dengan orang tua yang sayang. Binatang-binatang inipun dari kecil dilahirkan dirawat dengan orang tuanya. Dari situ ada kesamaan kita makhluk hidup yang ada keinginan untuk survive dan bernafas secara simple. Bayangkan apabila hak-hak kita diambil,” terangnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten