Stories: Share your traveling moment!

Sentosa Island Ingin Jadi Bali Baru, Indonesia: Kami Punya 10

Pernyataan kontroversial Kwek Leng Beng sebagai masukan kepada pemerintah Singapura terkait semakin meredupnya popularitas Pulau Sentosa. (Foto: TripAdvisor)
Pernyataan kontroversial Kwek Leng Beng sebagai masukan kepada pemerintah Singapura terkait semakin meredupnya popularitas Pulau Sentosa. (Foto: TripAdvisor)

Indonesia menyampaikan keberatan dengan pernyataan kontroversial pengusaha Singapura yang  mengenai Bali. Pernyataan tersebut menyebut bahwa Bali punya banyak masalah dengan lalu lintas, banjir, cuaca, dan gunung api tapi mengapa begitu terkenal.

Kepala Eksekutif perusahaan pengembang bangunan terbesar kedua di Singapura City Development Limited Kwek Leng Beng menyampaikan itu dalam laporan keuangan perusahaan untuk kuartal keempat 2018.  Hal itu adalah masukan kepada pemerintah Singapura terkait semakin meredupnya popularitas Pulau Sentosa.

“Saya sarankan agar pemerintah Singapura melakukan reposisi pulau Sentosa sebagai Bali Baru” ujarnya Kwek Leng Beng. “Anda pergi ke Bali sekarang, disana sangat padat, Bali punya masalah dengan gunung api, masalah iklim, masalah banjir, dan masalah lalu lintas, mengapa Bali sangat terkenal?”

Kedutaan Indonesia di Singapura melalui Sekretaris kedua untuk Ekonomi Mohammad Reza Adenan menyampaikan tiga poin keberatan.

Pertama, Indonesia menganggap ada kontradiksi dalam pernyataan Kwek Leng Beng yang ingin membuat pulau Sentosa terkenal seperti Bali tapi sekaligus menyudutkan Bali.

Kedua, reputasi Bali sebagai salah satu tujuan liburan utama di dunia tidaklah dibangun dalam satu malam, melainkan melalui proses yang panjang yang membutuhkan promosi yang terus menerus. Pada titik saat ini, Indonesia selalu menyambut baik semua pengunjung dari seluruh dunia dan siap untuk bekerjasama dengan organisasi lain untuk mempromosikan pariwisata dunia.

Indonesia setuju dengan usaha setiap perusahaan untuk mempromosikan produk mereka tapi tidak dengan cara promosi yang dapat merugikan Indonesia.

Ketiga, Indonesia telah meluncurkan sendiri inisiatif pengembangan industri pariwisata yang disebut ‘10 Bali baru’ yang bertujuan untuk meniru efek ekonomi dari pariwisata bagi Bali di tempat-tempat lain di Indonesia.

10 Bali baru itu adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Kepulauan Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara.

Saat ini ada 16 juta pengunjung yang datang ke Indonesia dengan 6 juta diantaranya datang ke Bali. Menggunakan nama ‘Bali’ dalam ‘Bali baru’ tentu saja untuk memastikan 10 tempat ini mendapatkan promosi yang maksimal.

Keberatan dan jawaban Kedutaan Indonesia ini disiarkan pada tanggal 14 maret 2019.

Reporter: Robby Sunata

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter