Paris Berduka Akibat Kebakaran Besar Di Gereja Notre Dame

Kebakaran Gereja Katedral Notre Dame, Paris, Perancis (foto: Twitter/@vandellion)
Kebakaran Gereja Katedral Notre Dame, Paris, Perancis (foto: Twitter/@vandellion)

GenPI.co — Paris berduka atas tragedi kebakaran besar yang melanda katedral Notre Dame pada Senin (15/4) waktu setempat. Api yang mulai berkobar pada Senin sore waktu setempat, dengan cepat merambat ke atap bangunan katedral yang sudah berabad-abad tersebut. Dahsyatnya kobaran api menghancurkan atap dan menara gereja yang menjadi salah satu simbol bersejarah bagi Paris.

Warga Paris pun sangat berduka menyaksikan simbol kota Paris yang hancur dilalap api. Ribuan orang berjajar di jembatan di atas sungai Seine dan bantarannya, menyaksikan para pemadam berjuang menjinakkan api dari jarak yang dibatasi oleh tali pembatas polisi. Api baru padam setelah sekitar 5 jam proses pemadaman. 

Terkait dengan insiden ini, para pemimpin dunia menyampaikan keterkejutan mereka dan mengirimkan ungkapan belasungkawa kepada rakyat Perancis. Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengumumkan bahwa seluruh bangsa sedang berduka lewat cuitan di twitternya.

“Notre Dame terbakar. Kesedihan yang mendalam untuk seluruh bangsa. Pikiran kami ditujukan kepada semua orang Katolik dan orang-orang Perancis. Saya dan segenap warga sedih melihat bagian dari kita terbakar malam ini,” cuitnya di Twitter @EmmanuelMacron. 

Presiden Amerika Serikat Donlad Trump juga menyatakan rasa belasungkawanya. Trump juga agar dinas kebakaran bertindak cepat dan menerbangkan tanki air.

“Sungguh mengerikan menyaksikan kebakaran besar di Katedral Notre Dame di Paris. Mungkin tanker air terbang bisa digunakan untuk memadamkannya. Harus bertindak cepat!” tulis Donald Trump dalam cuitan twitternya. Meski demikian, saran Donald Trump tersebut tidak dilakukan oleh Dinas Keamanan Masyarakat Perancis. Mereka khawatir akan menghancurkan seluruh bangunan. 

Gereja Katedral Notre-Dame tersebut dibangun pada abad 12 Bangunan tersebut menjadi salah satu warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO dan setiap tahun dikunjungi oleh jutaan wisatawan. Kardinal Perancis pun menyerukan kepada seluruh pastor di Paris untuk membunyikan lonceng gereja sebagai penanda solidaritas bagi Notre Dame.

Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER