Libur Pemilu, Tak Ada Lonjakan Pengunjung di Taman Goa Kreo

Sejumlah pengunjung Taman Wisata Goa Kreo dengan pemandangan jembatan merah dan Waduk Jatibarang. (Foto: Guswahid)
Sejumlah pengunjung Taman Wisata Goa Kreo dengan pemandangan jembatan merah dan Waduk Jatibarang. (Foto: Guswahid)

GenPi.co - Meski Rabu (17/4) ini ditetapkan sebagai libur Pemilu 2019, namun tidak banyak warga yang memanfaatkannya untuk plesir ke Taman Wisata Goa Kreo. Tercatat hanya sekitar 600 pengunjung yang mendatangi obyek wisata yang menyajikan Waduk Jatibarang dan Goa Kreo tersebut.

Menurut Kepala UPTD Taman Wisata Goa Kreo Mamit Sumit, pihaknya memang tidak memberikan diskon atau promo khusus. Pasalnya, obyek wisata ini milik pemerintah.

“Ini kan dikelola oleh pemerintah di bawah Disbudpar Kota Semarang, jadi kalau mau promo atau diskon tentunya harus sepertujuan dewan atau walikota,” terangnya.

Karena itulah dimungkinkan pengunjung memilih berlibur di obyek yang memberikan diskon atau potongan harga khusus. Terutama yang memberikan promo jariungu dengan menunjukkan bukti jari yang dicelup tinta usai memberikan hak pilihnya.

Baca juga: Libur Pemilu, Yuk Lihat Pesona Patung Yesus di Pulau Lembeh

Selain itu, saat ini di Semarang mulai tumbuh banyak wahana wisata lain yang dikelola oleh swasta. Selain letaknya yang cukup berdekatan dengan Goa Kreo, mereka biasanya juga memberikan potongan harga atau promo lain yang cukup menarik.

“Harga tiket kami hanya Rp7500 karena itu sudah diatur melalui Perda. Jadi tentunya sangat terjangkau bagi masyarakat umum. Selain waduk dan goa, kita juga punya banyak kera ekor panjang yang ramah dan tidak usil bagi pengunjung,” tukasnya.

Ditambahkan, di tahun 2018 lalu pihaknya berhasil menyumbang Pemasukan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp800 juta. Jumlah tersebut jauh melebihi target pendapatan yang ditetapkan yakni sekitar Rp540 juta.

Total jumlah pengunjung yang dating mencapai 169.538 orang. Jumlah ini sedikit menurun dibanding pengunjung 2017 yang mencapai 175.670 pengunjung.

Namun demikian di tahun ini, target pendapatan yang ditetapkan mencapai Rp 800 juta. Karenanya, pengelola obyek wisata ini akan melakukan beberapa inovasi dan perbaikan wahana agar pengunjung tidak merasa bosan dan mau berkunjung kembali.

“Kami akan tambah beberapa wahana wisata anak agar mereka merasa nyaman sekaligus menambah jumlah gazebo,” imbuhnya.

Redaktur: Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER