PSI Terancam Tak Lolos DPR, Ini Profil Grace Natalie Sang Ketum

Grace Natalie Louisa, sosok wanita yang menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (foto: Instgram @gracenat)
Grace Natalie Louisa, sosok wanita yang menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (foto: Instgram @gracenat)

GenPI.co— Siapa yang tak kenal Grace Natalie Louisa, sosok wanita yang menjadi ketua umum (ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dulunya adalah seorang jurnalis. 

Wanita cantik ini kelahiran, Jakarta, 4 Juli 1982. Grace berhasil menyelesaikan pendidikan manajemen akutansi Institut Bisnis Indonesia, yang sekarang menjadi Universitas Kwik Kian Gie. 

Setelah menyelesaikan pendidikannya, dia direkrut sebagai reporter SCTV di akhir 2004. Pada tahun berikutnya, Grace dipercaya sebagai sabagai salah satu anchor Liputan 6 SCTV.

Baca juga: KPU Ajak Masyarakat Pantau Real Count, Ini Caranya

Dunia jurnalis yang digelutinya, memang tidak ada kaitannya dengan latar belakang pendidikannya di bidang akutansi. 

Namun, dia justru mencintai profesinya tersebut. Tebukti, pada 2006, dia melanjutkan kariernya sebagai jurnalis ANTV.

Selama bekerja sebagai jurnalis, Grace Natalie pernah terjun ke daerah konflik dan meliput aksi terorisme yang marak di Indonesia. Beberapa daerah, seperti Poso, Sulawesi Selatan, dan penangkapan gembong teroris di Sumatra dan Jawa pun pernah dia liput.

Banyak prestasi yang ditorehnya dalam dunia jurnalis, diantaranya sebagai Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer.

Lama bergelut di bidang jurnalis, Grace banting stir dan bergabung dengan lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sebagai chief executive officer (CEO). 

Lewat pengalamannya di SMRC tersebut, istri dari Kevin Osmond ini berkeinginan untuk terjun ke dunia politik praktis. 

Setelah Pemilu 2014 berakhir, Grace pun ikut mendirikan Partai Solidaritas Indonesia atau lebih akrab disingkat PSI pada 2015. 

Wanita berdarah Melayu-Tionghoa-Belanda ini menjadi ketua umum partai politik termuda di Indonesia, yaitu di saat umurnya baru menginjak 33 tahun. 

Sayangnya, setelah pemilu usai, hasil quick count di beberapa lembaga survei menyatakan, PSI hanya mendapatkan sekitar 2 persen. 

Dengan hasil tersebut, maka PSI terancam tidak bisa lolos melewati parliamentary threshold di level nasional.

Reporter: Mia Kamila

Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER