Mencari Kuliner Khas Bumi Reog, Ponorogo Gelar Festival Jajanan

Menyadari belum memiliki kuliner khas, Pemkab Ponorogo menggelar Festival Jajanan Khas Ponorogo (foto: Dinas Pariwisata Ponorogo)
Menyadari belum memiliki kuliner khas, Pemkab Ponorogo menggelar Festival Jajanan Khas Ponorogo (foto: Dinas Pariwisata Ponorogo)

GenPI.co— Rangkaian event dalam kalender wisata Kabupaten Ponorogo 2019 kembali digelar. Kali ini Pemkab Ponorogo ingin menggali potensi makanan tradisional khas dari Bumi Reog, dengan menyelenggarakan Festival Jajanan Khas Ponorogo. 

Bertempat di Atrium Ponorogo City Center (PCC) Mall, gelaran yang dilaksanakan pada Minggu (21/4) ini mengajak masyarakat untuk menemukan makanan yang dapat menjadi ciri khas di kota tersebut.

Event ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Ponorogo, bekerja sama dengan kelompok wirausaha dan industri rumahan yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Ponorogo. 

Terdapat 21 stan makanan yang mengikuti festival kali ini. Seluruh peserta diberi kebebasan dalam berkreasi, untuk menciptakan jajanan yang khas dari Ponorogo.

Baca juga: Pentas Dongeng Reog Ponorogo Ajak Anak Cinta Budaya Sejak Dini

“Kalau kesenian, ada reog. Tapi kalau makanan belum ada yang khas. Jika sate, di Madura juga ada sate. Jadi harapan saya, muncul makanan paling khas di Ponorogo," ujar Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni.

Ipong memberi contoh lainnya, seperti Yogyakarta yang memiliki bakpia pathok, Palembang punya pempek, Madiun Punya brem.

“Pada zaman Ponorogo terkenal dengan rangginang. Namun saat ini, sudah banyak yang memproduksinya juga. Ada juga yang khas lagi  lempeng ketan, tapi di festival ini tidak ada yang jual," keluhnya.

Sementara itu, Ketua PKK Ponorogo Sri Wahyuni menjelaskan dari ke 21 stan makanan yang ada, terdapat satu makanan yang paling khas, yakni jajanan yang bernama punten yang terbuat dari beras ketan dan santan.

Hadirnya Festival Jajanan Khas Ponorogo menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung mall Ponorogo City Center. Tak hanya bisa berkumpul maupun berbelanja, mereka dapat mencicipi berbagai jajanan tradisional.

Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER