Keamanan Mata Uang Kripto Mahal Harganya

Keamanan Mata Uang Kripto Mahal Harganya - GenPI.co
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana. FOTO: Antara

GenPI.co - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardhana, mengatakan mata uang kripto merupakan aset digital yang memiliki karakteristik dengan komoditas fisik lainnya.

Oleh sebab itu, sisi keamanan merupakan hal yang paling dominan dan mahal harganya. Selain itu, dari segi para pemainnya juga sangat berbeda, yakni antara komoditas dengan teknologi digital.

“Bursa yang ada dua sekarang ini (BBJ dan ICDX) sudah saya amati tidak ada perkembangan untuk perdagangan multilateralnya di sektor perdagangan komoditi,” katanya dalam rapat dengaar dengan Komisi VI DPR, Selasa (29/6).

BACA JUGA:  Medan Bisa Bahaya Jika Rencana Bobby Nasution Tidak Dihentikan

Dia juga mengatakan pihaknya akan melakukan spesialisasi terhadap produk-produk yang diperdagangkan di dua bursa tersebut, sehingga tidak ada dualisme.

Keberadaan bursa tersendiri yang menangani kripto, sambungnya sudah lazim diterapkan di beberapa negara misalnya saja Amerika Serikat dan Turki. Hal itu juga untuk menjaga kepercayaan dari masyarakat.

BACA JUGA:  Masih Hangat! Pencinta Kripto, Ada Kabar Baru Lagi dari Tanah Air

Apalagi, Bappebti mencatat investor aset kripto hingga Mei 2021 sudah tembus ke angka 6,5 juta orang dengan nilai transaksi Rp 370,4 triliun.

Kenaikan tersebut cukup fantastis dari bulan sebelumnya yang hanya tercatat 4,8 juta orang dengan nilai transaksi sekitar Rp 237,3 triliun (Januari-April 2021).

BACA JUGA:  Pernyataan Din Syamsuddin Menggelegar, Jangan Bungkam Mahasiswa

“Jadi, kami usulkan agar ada khusus menangani perdagangan aset kripto,” pungkasnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara