IDR/USD: Guys, Beli 1 Dolar di Perbankan Sudah Tembus Rp 17.000

Kurs tengah BI pada Kamis, 2 April ke Rp 16.741/USD (foto: infia_fact)
Kurs tengah BI pada Kamis, 2 April ke Rp 16.741/USD (foto: infia_fact)

Pertama, Presiden AS Donald Trump mengingatkan masyarakatnya jika dalam kurun waktu dua pekan ke depan akan sangat menyakitkan, seiring Amerika tengah berjuang menghadapi lonjakan kasus virus corona. 

BACA JUGA: Harga Emas Lagi-lagi Melorot, Ada Apa Gerangan?

Kedua, pasar menunggu rilis data pengangguran di AS pada Kamis malam. 

“Diperkirakan data pengangguran yang telah naik menjadi 3,28 juta orang akan bertambah menjadi 3,5 juta orang,” ujar Ibrahim.

Data indeks manufaktur Maret di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika periode Maret telah dirilis yang seluruhnya tertekan, kecuali China.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Ibrahim mengemukakan pasar juga menyayangkan asumsi yang dikemukakan Menkeu dan BI terkait dampak wabah virus corona dikaitkan dengan posisi kurs rupiah atas dolar AS.

“Itu sangat disayangkan,” kata Ibrahim.

Dirilis dari Antara, Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan bergerak stabil dan cenderung menguat mencapai Rp15.000 per dolar AS pada akhir tahun 2020, karena bank sentral terus melakukan stabilisasi rupiah.


Redaktur : Linda Teti Cordina

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING