Covid-19 Menghantui Ekonomi Jawa Barat

Covid-19 Menghantui Ekonomi Jawa Barat. Foto: Pixabay
Covid-19 Menghantui Ekonomi Jawa Barat. Foto: Pixabay

GenPI.co - Kepala Divisi Stabilisasi Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Rahmat Taufik mengatakan, sebagian besar industri terutama di kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan sekitarnya semakin tertekan dengan pandemi covid-19.

Kepala Biro Ekonomi Setda Jabar ini menyebut, tekanan sudah dimulai sejak akhir tahun 2019 akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China. Dengan adanya pandemi ini, tekanan kepada dunia industri menjadi ganda. 

BACA JUGABI Jabar Siapkan Kebutuhan Uang Tunai Rp 21,66 T untuk Idulfitri

"Hal ini mengakibatkan laju ekonomi kita baru kita di bawah nasional, karena bahan baku beberapa masih bergantung ke luar negeri, termasuk China," ujarnya dalam keterangan resmi.

Ketika skala wabah meningkat, banyak pelabuhan di China ditutup yang menghambat proses produksi, termasuk bahan baku untuk alat pelindung diri (APD). “Ini juga yang mengakibatkan banyak PHK,” ujarnya.
 
Rahmat mengatakan, Jabar memegang peran strategis dalam menopang perindustrian nasional. Sebanyak 20 persen pabrik manufaktur Indonesia ada di Jabar dan hampir sebagian besar manufaktur ini tujuannya ekspor. "Otomotif, elektronik, tekstil, hampir semua di Jabar," imbuhnya.

loading...

Selain industri manufaktur, pandemi juga berdampak pada pariwisata. Jabar juga merupakan daerah tujuan wisata.

Sementara tempat wisata semua ditutup, sehingga berbagai sektor terdorong juga untuk mundur seperti kuliner, perhotelan, dan tenaga kerja lain yang ada di pariwisata.
 
"Ini berakibat ke daya beli masyarakat di Jabar. Mengakibatkan juga pangan terhambat, karena pasar induk mengurangi omzetnya, karena pasokannya juga berkurang," tuturnya.

Direktur Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Jabar, Pribadi Santoso menuturkan, dampak covid-19 cukup multidimensi. 


Redaktur : Irwina Istiqomah

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING