Napas Pengusaha Hanya Sampai Oktober, Setelah Itu Bagaimana?

Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memotret produk makanan stik ketela untuk dipasarkan melalui media sosial, di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (18/9/2020). ANTARA FOTO/Rahmad
Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memotret produk makanan stik ketela untuk dipasarkan melalui media sosial, di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (18/9/2020). ANTARA FOTO/Rahmad

GenPI.co - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut napas pengusaha nasional hanya bisa bertahan sampai Oktober 2020. Situasinya dinilai agak mengkhawatirkan.

Iadalah hasil riset terbaru mengenai survei dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha pada periode 10-26 Juli 2020. Jumlah respondennya 34.559 pelaku usaha dari berbagai sektor.

Survei yang dilakukan BPS tersebut ingin mengetahui bagaimana sikap perusahaan terkait penyebaran pandemi, kebijakan apa yang dilakukan perusahaan, kendala serta adaptasi perusahaan supaya mereka tetap bertahan.

BACA JUGA: Tantangan Adalah Kawan, Zodiaknya Bersahabat dengan Kesuksesan

Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto menuturkan, sebanyak 82,29% Usaha Menengah Besar (UMB) yang mengalami penurunan pendapatan.

loading...

Sedangkan Usaha Mikro Kecil (UMK) mencatatkan penurunan pendapatan 84,20%.

Jasa lainnya juga turun 90,90%. Akomodasi dan makan minum anjlok 92,47%. Transportasu dan pergudangan juga mencatatkan penurunan 90,34%.

“Delapan dari 10 perusahaan baik UMK maupun UMB cenderung mengalami penurunan permintaan karena pelanggan atau klien juga terdampak. Covid-19 menghantam dari permintaan maupun penawaran,” tutur Kepala BPS Suhariyanto.


Redaktur : Agus Purwanto

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING