Ternyata Isu Negatif Kelapa Sawit Sudah Ada Sejak Tahun 1990-an!

Ketua bidang Sustainability Gapki, Bandung Sahar dalam acara Fellowship Journalist dan Training BPDPPKS 2020 (foto: tangkapan layar)
Ketua bidang Sustainability Gapki, Bandung Sahar dalam acara Fellowship Journalist dan Training BPDPPKS 2020 (foto: tangkapan layar)

GenPI.co - Industri minyak kelapa sawit memang berperan besar terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, banyak sekali isu negatif yang berkembang terkait industri ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua bidang Sustainability Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Bandung Sahari, dalam acara Fellowship Journalist dan Training BPDPPKS 2020 yang bertema “Pengelolaan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan”.

BACA JUGAEkspor Kelapa Sawit Tahun Ini Cemerlang, Prospeknya Menggiurkan

Bandung mengatakan, kampanye negatif tentang minyak kelapa sudah berkembang sejak lama, dan isu yang berkembang pun beragam.

“Kampanye negatif sawit sudah dimulai dari tahun 1990-an, isunya mulai dari (bisa meningkatkan) kolesterol sampai (menyebabkan) deforestasi,” kata Bandung.

loading...

Meski demikian, Bandung masih mempertanyakan terkait kampanye negatif tentang minyak kelapa sawit yang beredar.

“Masih dipertanyakan apakah kampanye sawit ini terkait dengan keberlanjutan atau politik?” ujarnya.

Selain itu, Bandung juga menjelaskan bahwa isu negatif kelapa sawit juga pernah dibahas dalam forum World Trade Organization (WTO). 


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Linda Teti Cordina

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING