Penari Topeng Ireng Meriahkan Hari Tari Dunia di Boyolali

Perwakilan Duta Seni Pelajar Boyolali 2019 saat unjuk gigil menampikan tari Topeng Ireng pada peringatan Hari Tari Dunia di Alun Alun Kidul Boyolali, Senin. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)
Perwakilan Duta Seni Pelajar Boyolali 2019 saat unjuk gigil menampikan tari Topeng Ireng pada peringatan Hari Tari Dunia di Alun Alun Kidul Boyolali, Senin. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

GenPI.co — Belasan anak perwakilan dari Duta Seni Pelajar Boyolali 2019 yang akan dikirim ke Eropa menampilkan tari topeng ireng untuk memeriahkan Hari Tari Dunia (HTD) di Alun Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Darmanto, di Boyolali, Senin, mengatakan tari topeng ireng atau reog topeng ireng  merupakan tarian rakyat atau tradisional yang berkembang di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, khususnya di daerah Kecamatan Selo Boyolali. Tari ini dipertunjukkan dalam gelaran Hari Tari Dunia.

"Tarian ini menggambarkan tradisi kehidupan masyarakat lereng gunung yang akrab dengan alam. Tari ini salah satu seni budaya lokal khas lereng Gunung Merapi dan Merbabu yang akan dibawa dan dikenalkan ke Eropa melalui perwakilan Duta Seni Pelajar asal Boyolali," kata Darmanto.

Baca juga: Hari Tari Sedunia, 5 Ribu Penari Goyang Solo

Tarian topeng ireng tersebut memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan tari lainnya. Hal ini, karena penari memakai kerincing yang diikatkan di kaki kanan dan kiri sehingga setiap ada gerakan akan berbunyi kerincingan secara serentak.

Selain itu, para penari mengenakan topi seperti orang Indian, pakaian bawah seperti suku di pedalaman Kalimantan, diiringi tabuhan gamelan, truntung, jedor dan rebana.

Kesenian ini menggambarkan tentang kehidupan orang orang pedalaman lereng Gunung Merapi dan Merbabu dengan tradisi hidup akrab dengan alam.


Baca juga: Hari Tari Dunia, ISI Surakarta Sajikan Menari 24 Jam Nonstop


Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS