Cara Single Mom Hadapi Stigma Miring, Psikolog Beber Saran Ini

Cara Single Mom Hadapi Stigma Miring, Psikolog Beber Saran Ini - GenPI.co
Ilustrasi Bunda dan anak. Foto: GenPI.co

GenPI.co - Menurut data German Socio-economic Panel Study, lebih dari 80 persen orangtua tunggal di Amerika Serikat berstatus single mom. Data ini juga senada dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Di mana pada tahun 2016 saja tercatat pada tahun 2016 di Indonesia masih ada sekitar 7 juta perempuan menjadi kepala keluarga dan berstatus single parent.

Seorang psikolog, Ratih Ibrahim menyebut seorang ibu tunggal bisa disebabkan karena banyak faktor. Umumnya karena perceraian, pasangan yang meningga dunia hingga mengadopsi anak.

BACA JUGA:  4 Kekuatan yang Harus Dimiliki Single Mom, Simak!

Berbagai kondisi ini membuat seorang perempuan harus menjalani peran ganda, sebagai ibu dan ayah.

"Ada 3 tantangan mendasar yang akan dihadapi seorang ibu tunggal. Mulai dari stigma masyarakat, seperti merasa kasihan, ibu tunggal selalu kesepian, atau anak yang kurang kasih sayang orang tua," ujar Ratih kepada GenPI.co belum ini.

BACA JUGA:  Takut Anak Terjebak Pergaulan Bebas, Single Mom Harus Bagaimana?

Berikutnya adalah tantangan menjadi pemimpin dan wakil keluarga. Ia dituntut dapat membimbing sang anak seorang diri hingga dewasa.

Lalu terakhir pencari nafkah, di mana wanita single parent harus memenuhi kewajiban untuk memberi penghidupan bagi anak-anaknya, baik pendidikan hingga kebutuhan primer.

BACA JUGA:  Single Mom, Wanita Ini Mampu Besarkan 2 Anak dengan Jual Dimsum

"Kelihatannya, beban kerja yang diperlukan untuk membesarkan anak sendirian akan dua kali lebih berat dibanding mengasuh anak bersama pasangan. Namun faktanya, ketiga hal di atas akan dirasakan seorang ibu tunggal karena mereka belum terbiasa," imbuhnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya