Stasiun Balapan Membuat Didi Kempot Terkenal

Didi Kempot. (ist)
Didi Kempot. (ist)

GenPI.co - Didi Kempot dikenal sukses penyanyi sekaligus pencipta lagu musik campur sari. Namun di balik kesuksesannya tersebut, pria dengan nama asli Didi Prasetyo ini memiliki perjalanan karier yang tak mudah. 

Dirangkum berbagai sumber, Didi berbagi kisah tentang perjalanan kariernya dari bawah. Tak hanya soal musik tradisional, pria berusia 52 tahun ini juga mengungkapkan beberapa impian dan pandangannya terhadap dunia musik yang mulai shifting ke era digital.

Tak langsung muncul sebagai artis rekaman terkenal, Didi Kempot mengawali perjuangan sebagai seorang musisi dari jalanan sebagai pengamen. Pada medio 1984 – 1985, Didi mulai menekuni profesinya itu di Solo. Dua tahun berada di kota kelahiran, Didi beserta teman-temannya lantas mencoba peruntungan di Jakarta. Berada di Ibu Kota, ia akhirnya menemukan secercah harapan untuk menggeluti dunia yang sangat dicintainya itu.

BACA JUGA: Sujiwo Tejo Sebut Tak Ada Nilai Berita Jokowi ke Nikahan Anaknya

Single ‘Stasiun Balapan’ menjadi salah satu lagu paling populer milik Didi Kempot. Alunan melodi indah serta lirik yang penuh makna membuat lagu ini meledak di pasaran. ‘Stasiun Balapan’ bercerita tentang sebuah stasiun di kota kelahiran Didi Kempot, di Solo. Lagu itu diciptakan olehnya saat masih mengamen di Solo. Terinsipirasi dari para penumpang yang ada di sana, Didi berhasil membuat lirik dengan menyertakan sindiran kepada mereka.

"Saya ngamen, saya istirahat di sebuah stasiun namanya ‘Stasiun Balapan’. Saya sering istirahat di sebuah warung atau kadang saya nongkrong di dalam stasiun, kita lihat orang mau berangkat ke Jakarta, ke Surabaya, atau kemana, kadang berperlukan, pamit, saya hanya mengingatkan lewat lagu. Awas lho, jangan lupa nanti kalau sudah sampai. Tapi kita sindir-sindir saja sih di situ," katanya. 

Berdasarkan kisahnya, ‘Stasiun Balapan’ menjadi album perdana Didi Kempot. Ia merekam lagu tersebut pada 1998, kemudian albumnya berhasil diluncurkan satu tahun setelahnya. 




Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS