Unik, Pasangan Pengantin Nikah di Arena Panjat Dinding

Pasangan pengantin melangsungkan akad nikah di "wall climbing" atau panjat tebing di Universitas Muhammadiyah Magelang, Jawa Tengah. Foto: Anis Efizudin/Antara.
Pasangan pengantin melangsungkan akad nikah di "wall climbing" atau panjat tebing di Universitas Muhammadiyah Magelang, Jawa Tengah. Foto: Anis Efizudin/Antara.

GenPI.co -  Sebanyak 17 pasangan melakukan akad nikah dengan cara unik di Kampus Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Selasa (6/8/2019). Proses nikah diadakan di arena panjat dinding (wall climbing), laboratorium farmasi, studio radio, dan crane bengkel otomotif.

Pasangan pengantin yang melakukan akad nikah di arena panjat dinding harus mengenakan helm pengaman meskipun mereka berpakaian pengantin.

Ada tiga pasang pengantin yang melakukan akad nikah di arena panjat dinding, yakni Subandrio dan Nita Regina Matiara Kasih, Dedi Rahman dan Tamara Fitriana serta Boyke Edo Syahrani dan Maratu Damayanti.

BACA JUGA: Yuk Kenalan dengan Dodi, Domba Unik dari Dieng

Kemudian enam pasangan melakukan akad nikah di Laboratorium Farmasi, tiga pasangan menikah di Studio Radio Unima, dan lima pasang menikah di Crane Bengkel Otomotif.

Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Eko Muh Widodo mengatakan nikah bareng ini sebagai bentuk kepedulian sosial UMM diwakili ikatan alumni untuk membantu masyarakat melakukan pernikahan, karena nikah itu tidak mudah terkait dengan biaya dan seterusnya.

"Pernikahan bareng yang digelar UMM ini memfasilitasi pasangan yang ingin menikah terutama yang terkait dengan proses pernikahan semuanya gratis. Mulai pelaminan, biaya pernikahan sampai yang lain menjadi tanggung jawab panitia," katanya.


Ia menuturkan meskipun pernikahan dilakukan dengan cara unik, tetapi tidak meninggalkan kaidah-kaidah keagamaan, ada saksi, wali, mahar, dan ada ijab qobul.


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS