Menguak 4 Fakta Bendera Pusaka, Ada Tangisan Fatmawati

Fatmawati menjahit bendera pusaka dari kain pemberian perwira Jepang. (Foto: merahputih.com)
Fatmawati menjahit bendera pusaka dari kain pemberian perwira Jepang. (Foto: merahputih.com)

Kain itulah yang kemudian jadi cikal bakal Bendera Pusaka. Fatmawati menjahit sendiri bendera tersebut dengan mesin jahit tangan. Bukan dengan mesin jahit kaki karena saat itu sudah tak diperbolehkan lagi.

Fatmawati Menjahit Sambil Menangis

Menurut penuturan Sukmawati Sukarnoputri, kala itu Fatmawati menjahit sambil menitikkan air mata. Fatmawati terisak karena tak mempercayai pada akhirnya Indonesia bisa merdeka serta punya bendera dan kedaulatan sendiri. Putri keempat Soekarno itu mengaku tak mengetahui berapa lama ibunya menyelesaikan penjahitan bendera itu. Namun, yang ia ingat dari cerita ibunya, saat itu Fatmawati sedang mengandung Guntur Soekarnoputra, dengan usia kandungan 9 bulan. Ia bercerita kalau ibunya ketika itu mendapat mandat dari Soekarno untuk menjahitkan bendera pusaka demi mempersiapkan kemerdekaan.

Karena merasa gembira lantaran Indonesia dapat terbebas dari para penjajah, ia langsung memulai menjahit bendera itu pada suatu hari di Oktober 1944. "Bung Karno itu memberikan mandat kepada Ibu Fatmawati untuk menjahitkan bendera persiapan kemerdekaan," ujarnya.

Bendera Pusaka Disimpan di Istana Negara

loading...

Tercatat setelah tahun 1968, bendera yang dikibarkan di Istana saat upacara kemerdekaan bukan lagi Bendera Pusaka asli melainkan bendera duplikatnya. Bendera Pusaka yang asli memang masih menjadi bagian dari acara tapi disimpan di kotak penyimpanan. Kondisi Bendera Pusaka yang sudah lapuk tak memungkinkannya lagi untuk dikibarkan. Kalau robek, jelas akan menimbulkan masalah sendiri.

Bendera duplikat ini terbuat dari sutra dan dibuat pertama kali tahun 1969. Kemudian tahun 1984, bendera duplikasi pertama tersebut sudah kusam. Akhirnya Husein Mutahar mengirim surat pada Soeharto untuk membuat duplikasi yang kedua. Dan bendera duplikasi ketiga dibuat 30 tahun kemudian yang dikibarkan pada Detik-Detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 2015.

Sejarah Bendera Merah Putih


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING