Bersatu dengan Tuhan Lewat Baju Dodot Suku Sasak yang Menawan

Baju Dodot Suku Sasak, dibuat lewat 'tangan Tuhan' (Foto : Istimewa)
Baju Dodot Suku Sasak, dibuat lewat 'tangan Tuhan' (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Baju Dodot, bisa jadi belum banyak yang mengetahui makna dan lambang baju kebesaran Susu Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat Ini. Ternyata filosofinya amatlah dalam. Bahkan bisa membuatmu larut dalam rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebab Dodot memang dibuat dengan sentuhan tanganNya.

Kelengkapan utama Dodot, yaitu beskap atau kemeja beludru. Umumnya Dodot di Lombok berwarna hitam. Dua warna dasar utama lainnya, yaitu biru, merah atau coklat (tua, muda atau keemasan).  Saku di salah satu sisi dada, kerap menjadi cantolan arloji berantai yang memang pas ditaruh dalam saku. 

Baca juga :

Di Lombok Timur, Besek Masih Kalah Pamor dengan Plastik Kresek

Wow, Situs Resmi MotoGP Unggah Foto Sirkuit di Mandalika, Lombok

Sate Puntik Betu, Makanan Para Bangsawan yang Kini Mulai Langka

Berikutnya, tenun songket motif Subahnale di bagian luar dan motif Ragi Genep di bagian bawah. Kata Subahnale, sejarahnya berawal dari celetukan ‘subhanallah’. Ungkapan kagum Suku Sasak, Lombok, ketika sehelai kain songket baru saja selesai ditenun. Selanjutnya, celetukan ini pula yang akhirnya dijadikan nama dari motif tenun ini.


Istilah Ragi Genep sendiri, perlambang dari kelengkapan bumbu-bumbu dasar dari dapur seorang perempuan Lombok.  Filosofinya, syarat mendasar, bahwa seorang lelaki dan perempuan sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga. Itu pula sebabnya, dua motif tenun ini juga dikenakan wajib di busana adat pengantin Lombok.


RELATED NEWS