Kala Jama'ah al-Jazziyah Menemukan Kepuasan di Lereng Ijen

Para Jama'ah al-jazziyah menikmati suguhan musik di Jazz Gunung Ijen. (Foto: Humas Kab. Banyuwangi)
Para Jama'ah al-jazziyah menikmati suguhan musik di Jazz Gunung Ijen. (Foto: Humas Kab. Banyuwangi)

Berbagai musisis ternama tampil dalam perhelatan rutin di Bumi Blambangan itu. Ada  Djaduk Ferianto's Ring of Fire Project feat Tampil pula Endah Laras & Ricad Hutapea Tompi, Yura Yunita serta Parkdrive.

Ratusan penonton yang memadati area Amphitheater Taman Gandrung Terakota  disuguhi berbagai hit andalan mereka  Panorama persawahan serta ratusan patung penari menjadi latar suguhan musik tersebut.

Menariknya, nuansa budaya setempat tak serta merta ditinggalkan dalam suguhan musik kontemporer itu. Pada momen pembuka, tampil seniman cilik yang tergabung dalam Kelompok musik Lalare Orkestra. Mereka berhasil membius Jama’ah al-jazziyah  dengan mengaransemen berbagai lagu tradisional, hits masa kini dan lagu arab menjadi nuansa jazz dengan ciri khas alunan musik etnik tradisional Banyuwangi.

Pengelola Jiwa Jawa Ijen, Bagas Pramono, mengatakan Jazz Gunung hadir dengan energi yang sama dengan usungan tema yaitu “Jazz Bersaksi Untuk Ibu Pertiwi”. Jazz Gunung Ijen melanjutkan pesan bahwa musik jazz sebagai sebuah simbol kebebasan berekspresi.

"Menyuarakan perlawanan, hingga semangat perubahan, adalah sedikit dari banyaknya makna jazz di kehidupan kita. Menariknya, jazz juga hadir sebagai harmonisasi dari segala perbedaan yang ada," ujar Bagas.

loading...

Kala Jama'ah al-Jazziyah Menemukan Kepuasan di Lereng Ijen
Penampilan Tompi di Jazz Gunung Ijen 2019. (Foto: Humas Kab. Banyuwangi)

Semakin malam, suasana semakin semarak. Tompi seperti biasa piawai mengampilkan beragam lagu  dengan suara jazzy-nya yang melengking. Musisi yang juga berprofesi sebagai dokter ini berhasil bikin penonton bergoyang dengan lagu berjudul ‘lagi Syantik.

Musisi lain yang berhasil bikin Jama’ah al-jazziyah  nyanyi bareng adalah Yura Yunita. Selain menyuguhkan kemampuan olah vokal. Pemyanyo berusia 29 tahun ini juga memamerkan kemampuan menggebuk drum. Atas suguhannya itu, ia diganjar tepuk tangan meriah.

Nuansa ‘Ambyar’ muncul pula di  Jazz Gunung Ijen 2019. Pasalnya beberapa lagu galau karya Godfather of Broken Heart, Didi Kempot dibawakan dalam nuansa jazz.  Memang bukan sag mestro yang membawakan sendiri lagunya, namun ditampilkan secara apik dalam  permainan repertoar dari Ring of Fire (ROF) Project yang menggaet Endah Laras dan Ricad Hutapea.

Di kesempatan lain, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan, Jazz Gunung Ijen adalah bagian dari 120 event festival yang digelar di Banyuwangi dalam setahun.

“Event musik ini akan terus kami garap di antara beraneka atraksi seni budaya lainnya. Musik dan seni telah memiliki panggung yang istimewa di Banyuwangi,” imbuhnya.

Tonton Video viral berikut:


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Special Needs Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING