Mitos atau Fakta

Berjemur Sampai Gosong pun, COVID-19 Tak Bakal Pergi

Ilustrasi virus corona/COVID-19. (Foto: Elements Envato)
Ilustrasi virus corona/COVID-19. (Foto: Elements Envato)

GenPI.co - Sejak merebak pada bulan Desember 2019 lalu di Wuhan, China, virus  corona baru telah menelan ribuan korban jiwa dan ratusan ribu lainnya dirawat karena terjangkit.

Mengiringi fakta tersebut, muncul pula mitos mengenai berbagai metode dan bahan yang bisa memnghentikan infeksi virus ini di tubuh.

Salah satu mitor tersebut adalah berjemur di bawah sinar matahari. Aktivitas ini diyakini dapat mengentaskan virus corona di dalam tubuh. Benarkah?

Keyakinan ini didasarkan oleh pengetahuan bahwa virus tidak bisa bertahan pada temperatur yang tinggi. Namun tidak ada riset spesifik strategi tersebut efektif  pada COVID-19.

BACA JUGA: Jangan Percaya, Bawang Putih Tak Bisa Melindungi dari Corona

loading...

Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mempercayai hal tidak benar seperti berjemur di bawah matahari tersebut. Demikian pula penggunaan lampu UV pada kulit juga tidak dianjurkan. Selain tidak ada gunanya, ada kemungkinan risiko kulit terbakar.

Berjemur di bawah matahari adalah satu dari serangkaian pengobatan palsu terkait virus corona yang telah dipatahkan WHO. Mitos lainnya adalah konsumsi bawang putih dan minum air setiap 15 menit.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk kering, napas pendek  dan kelelahan, masyarakat dianjurkan untuk segera menghubungi pihak medis terdekat sembari melakukan tindakan isolasi diri. (*)


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING